NASIONAL

Sabtu, 21 April 2018 | 18:45 WIB

Menlu Gagas Aplikasi Perlindungan WNI di LN

Menlu Gagas Aplikasi Perlindungan WNI di LN
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Bogor - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memastikan pemerintah akan terus berupaya memberikan perlindungan maksimal kepada warga negara Indonesia (WNI) yang ada di luar negeri.

"Kami berupaya memberikan perlindungan kepada WNI di luar negeri, termasuk pekerja kita di luar negeri," kata Retno di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/4/2018).

Ia pun mengakui, saat ini memang keselamatan warga negara asing di luar negeri memang kian rentan, termasuk WNI.

Untuk itu, ia menegaskan peningkatan perlindungan suatu negara terhadap rakyatnya yang tengah bekerja di luar negeri harus dilakukan.

"Saya kira posisi pemerintah Indonesia untuk melindungi para tenaga kerjanya, terutama para tenaga kerja wanita terus kita majukan," ucapnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan baru-baru ini Kemenlu meluncurkan aplikasi Safe Travel. Aplikasi ini akan memberi kenyamamanan bagi WNI yang bepergian ke luar negeri.

"Sebelum WNI bepergian ke luar negeri, mereka mengisi data dalam aplikasi itu. Jika terjadi apa-apa di negara yang dikunjungi, dengan mudah diperoleh informasinya. Misalnya, jika di negara yang dikunjungi tiba-tiba ada konflik atau perang maka di situ akan ada informasi apa yang terjadi dan ke mana harus pergi," paparnya.

Ia menjelaskan, sistem perlindungan yang diberikan pemerintah ialah dalam bentuk keberpihakan atau mindset policy serta inovasi teknologi di kawasan ASEAN.

"Indonesia termasuk yang memperjuangkan perlunya perlindungan terhadap buruh migran di ASEAN," imbuhnya. [tar]

#Menlu #RetnoMarsudi
BERITA TERKAIT
Soal Utusan Jokowi, BPN Masih Fokus Awasi C1
KPU Akan Cek Unsur Kesengajaan Input Data C1
Utusan Jokowi Temui Prabowo, BPN: Belum Perlu
Mulai Pulih, Sandi Akan Temui Relawan Besok
Gunung Agung Kembali Erupsi 3.000 Meter
Buktikan C1,Jubir TKN Siapkan Rp100 Juta untuk BPN
Mantan Wakil Ketua KPK Nilai Pemilu 2019 Curang

kembali ke atas