PASAR MODAL

Rabu, 25 April 2018 | 08:07 WIB
(Kinerja Variatif)

Berapa Harga Wajar Saham-saham Syariah Grup Astra?

Ahmad Munjin
Berapa Harga Wajar Saham-saham Syariah Grup Astra?
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Di antara konglomerasi besar dengan emiten-emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah grup Astra.

"Total kapitalisasi pasar dari semua emiten Astra per 24 April 2018 sebesar Rp470,66 triliun atau 6,77% dari total kapitalisasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)," kata Asep Muhammad Saepul Islam alias Mang Amsi, pendiri Syariahsaham.com, dalam surel yang diterima di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Emiten-emiten grup Astra yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Acset Indonusa Tbk (ACST), Astra Graphia Tbk (ASGR), Astra International Tbk (ASII), Astra Otoparts Tbk (AUTO), Bank Permata Tbk (BNLI), dan United Tractors Tbk (UNTR).

Dilihat dari sisi sektoral, lanjut Mang Amsi, saham-saham Astra terkategorikan ke dalam sektor pertanian (AALI), aneka industri (ASII, AUTO), properti dan konstruksi (ACST), perdagangan dan jasa (ASGR, UNTR), dan keuangan (BNLI).

"Dari emiten-emiten tersebut, hanya BNLI yang tidak termasuk ke dalam kategori saham syariah," ujarnya.

Per Selasa (24/4/2018), semua emiten syariah yang terafiliasi dengan grup Astra ini sudah merilis laporan keuangan kuartal pertama tahun 2018. Bagaimana dengan kinerja masing-masing emiten syariah dari grup Astra ini? Mari kita simak.

Dari sisi ekuitas, ASII sebagai induk dari grup Astra menempati urutan terbesar dengan jumlah Rp163,20 triliun, disusul oleh UNTR (Rp50,77 triliun), AALI (Rp19,06 triliun), AUTO (Rp10,92 triliun) dan ACST (Rp1,48 triliun). "Sementara itu, ASGR menjadi emiten Astra dengan ekuitas terkecil dengan total Rp1,36 triliun," tuturnya.

Untuk besaran pendapatan dan laba, ASII berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp55,82 triliun, naik 14,44% dari periode tahun sebelumnya di angka Rp48,78 triliun.
"Namun, hal ini tidak berimbas pada laba bersih yang turun tipis -1,93% menjadi Rp4,98 triliun dari Rp5,08 triliun pada periode yang sama tahun lalu," ucap dia.

UNTR juga mencatatkan pertumbuhan penjualan 38,97% menjadi Rp19,01 triliun dari Rp13,68 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih pun melonjak 68,59% dari Rp1,50 triliun menjadi Rp2,53 triliun tahun ini.

Dari sektor perkebunan, AALI mencetak penjualan sebesar Rp4,45 triliun, turun tipis -0,99% dari Rp4,49 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bersih juga mengalami penurunan signifikan -55,03% dari Rp790,45 miliar tahun lalu menjadi hanya Rp355,46 triliun tahun ini.

Emiten suku cadang AUTO menorehkan pendapatan sebesar Rp3,84 triliun, naik 10,56% dari Rp3,47 triliun tahun sebelumnya. Meski demkian, laba bersih yang dicetak mengalami penurunan tipis di angka Rp145,99 miliar, turun -1,07% dari Rp147,58 miliar di periode sebelumnya.

Sementara itu, ASGR mencatatkan kenaikan penjualan di angka Rp630,65 miliar, tumbuh 9,00% dari Rp578,42 miliar tahun lalu. Hal ini berimbas pada laba bersih yang juga naik 4,61% menjadi Rp35,03 miliar dari Rp33,49 miliar tahun lalu.

Emiten yang belakangan masuk grup Astra, ACST berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp733,726 miliar, tumbuh 44,94% dari Rp506,22 miliar tahun sebelumnya. Hal ini juga diikuti dengan pertumbuhan laba bersih yang cukup signifikan di angka Rp38,93 miliar, naik 27,14% dari Rp30,62 miliar tahun lalu.

Dari torehan laba bersih masing-masing emiten, diperoleh rasio harga saham dibandingkan laba bersih (PER) yang disetahunkan sebesar 18,00x untuk AALI, ACST (12,68x), ASGR (15,40x), ASII (15,39x), AUTO (13,00x) dan UNTR (13,58x).

Sementara itu, rasio perbandingan harga saham disbanding nilai buku (PBV) masing-masing untuk AALI sebesar 1,38x, ACST (1,36x), ASGR (1,59x), ASII (2,38x), AUTO (0,76x) dan UNTR (2,84x).

Dengan menggunakan teknik valuasi sederhana yang menitikberatkan pada laba bersih per saham dasar (EPS) dan imbal hasil atas ekuitas (ROE) yang disetahunkan, diperoleh harga wajar saham-saham syariah Astra.

Nilai wajar harga saham AALI berada pada kisaran Rp14.382, dengan ambang batas aman investasi (margin of safety, MoS) sebesar 7,52% dari harga penutupan terakhir.

Selanjutnya, nilai wajar harga saham ACST berada di angka Rp4.462 (MoS 36,79%), ASGR Rp2.080 (MoS 23,06%), ASII Rp10.0240 (MoS 24,43%), AUTO Rp2.310 (MoS 31,82%), dan UNTR di Rp59.284 (MoS 37,84%).

Semua emiten syariah dari grup Astra, menurut Mang Amsi, bisa dikatakan masih berada di bawah nilai wajarnya. Namun valuasi ini bersifat relatif dan subjektif.

"Oleh karena itu, diperlukan analisis mendalam dari semua emiten tersebut baik secara fundamental maupun teknikal, disertai dengan money management yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing," timpal dia.

Adakah emiten Astra yang menarik untuk dicermati? Bagaimana menurut Anda? "Silakan dipilah dan dipilih secara hati-hati! Disclaimer On," imbuh Mang Amsi seraya mewanti-wanti. [jin]

#Saham-saham #GrupAstra #AsepMuhammadSaepulIslam
BERITA TERKAIT
Wow! Utang Global Kian Naik Jadi US$250 Triliun
Isu Perang Tarif Bawa Harga Minyak Naik Hampir 2%
Rekor di Bursa Saham Tekan Harga Emas
Dow Manfaatkan Pernyataan Kudlow Cetak Rekor Lagi
PT Renuka Berubah Jadi PT Wilton Makmur
Perang Tarif, Kerugian AS Tak akan Pulih
Laba PT Astrindo Nusantara Jadi US$12,9 Jt

kembali ke atas