DUNIA

Jumat, 27 April 2018 | 11:32 WIB

Pompeo Harus Hadapi Banyak Masalah Besar Dunia

Didi Prambadi
Pompeo Harus Hadapi Banyak Masalah Besar Dunia
Michael Pompeo (Foto: Vox)

INILAHCOM, Washington DC - Michael Pompeo secara resmi menjadi menteri luar negeri AS yang baru, setelah Senat menyetujui dengan 57 suara melawan 42 suara tak setuju, Kamis (26/4/2018).

The New York Times mengabarkan, setelah disetujui, Pompeo langsung menuju ke gedung Mahkamah Agung dan dilantik sebagai Menlu AS ke-70 oleh Hakim Agung Smauel A. Alito Jr. Dari gedung itu, Pompeo bergegas ke basis militer gabungan Andrews, dan masuk ke perut pesawat yang menunggunya, dan terbang ke Brussels untuk menghadiri pertemuan dengan NATO. Tiga hari kemudian Michael Pompeo, akan terbang ke Riyadh, Arab Saudi; Yerusalem dan Amman serta Yordania.

Menteri luar negeri AS bernama lengkap Michael Richard Pompeo itu, tampaknya tak dapat diganggu. Sebab, dalam pekan-pekan mendatang, ia harus menghadapi berbagai masalah besar dunia. Mulai dari ketegangan dengan Rusia, Korea Utara dan Venezuela. Pompeo harus menghadapi tantangan yang diwariskan pendahulunya Rex Tillerson.

Di lingkungan Gedung Putih, Pompeo harus berhadapan dengan John R. Bolton, penasehat keamanan Presiden Trump yang dikenal garang itu. Juga dengan John Kelly Kepala Staf Gedung Putih, serta Menhan Jim Mattis dan Jared Kushner. Sebagai lulusan akademi militer West Point dan pernah menjadi komandan pasukan tank, sebelum meninggalkan Sekolah Hukum Harvard, Pompeo mampu bersekutu dengan Jenderal Kelly dan Mattis, tulis harian NYT. Tapi bagaimana menghadapi Jared Kushner dan Wakil AS di PBB Nikki R. Haley yang punya hubungan dingin dengan mantan Menlu Rex Tillerson.

Sementara itu Pompeo harus mencari jalan keluar soal ancaman Presiden Trump yang berniat membatalkan perjanjian nuklir dengan Iran. Selain itu, Pompeo yang baru berusia 54 tahun, harus menyelesaikan sengketa perdagangan dengan China, usai Trump menaikkan tarif bea masuk barang impor. Juga menghadapi masalah sanksi baru yang akan dijatuhkan AS bila Presiden Nicolas Maduro menang lagi dalam Pemilu di Venezuela 20 Mei nanti. Tugas berat yang sulit diselesaikan oleh Michael Pompeo, mantan Direktur CIA ini.

#MenluAS #AS #MichaelPompeo
BERITA TERKAIT
Lima Pembom Gereja di Sri Lanka Diekstradisi
7 Juta Warga Sudan Terancam Kekurangan Pangan
Taiwan Menentang Satu Negara, Dua Sistem
Ditemukan Kepala Serigala Berusia 40 Ribu Tahun
Turki Tak Akan Tunduk Terhadap Ultimatum AS
Juru Bicara Gedung Putih Mengundurkan Diri
Konfrontasi Teluk Persia Sangat Berbahaya

kembali ke atas