PASAR MODAL

Jumat, 04 Mei 2018 | 13:55 WIB

Bank Mega dan Ashmore Jualan Reksa Dana

M Fadil Djailani
Bank Mega dan Ashmore Jualan Reksa Dana
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Mega Tbk (MEGA) menggandeng PT Ashmore Asset Management Indonesia (Ashmore) selaku mitra bisnis dalam penyedia layanan produk investasi berupa reksa dana.

"Sebagai apresiasi bagi nasabah Mega First serta memperkenalkan kepada mereka pilihan investasi yang aman dan menjanjikan di tengah-tengah tahun politik," kata Direktur Funding & Sales Distribution Bank Mega, Diza Larentie di Jakarta, Jumat (4/5/2018), menanggapi perkembangan industri Wealth Management di Indonesia.

PT Ashmore Asset Management Indonesia merupakan perusahaan Joint Venture dari Ashmore Group Plc London yang didirikan di tahun 2012. Ashmore memiliki total dana kelolaan sebesar Rp25,3 triliun sampai dengan bulan April 2018.


Pada tanggal 30 April 2018, Bank Mega mulai memasarkan 3 (tiga) produk Reksa Dana dari Ashmore yaitu Ashmore Dana Ekuitas Nusantara (ADEN), Ashmore Dana Progresif Nusantara (ADPN) dan Ashmore Dana Obligasi Nusantara (ADON).

ADEN merupakan Reksa Dana berbasis saham kapitalisasi besar dan medium yang memperoleh penghargaan sebagai Top Reksa Dana 2017- Business News Top Capital Market Award. Sejak diterbitkan di Januari 2013, ADEN mencatatkan imbal hasil 52,24% (31 Mar 2018) dimana JCI tercatat memberikan return 37,43%.

ADPN merupakan Reksa Dana berbasis saham kapitalisasi menengah dan kecil. Produk ini meraih penghargaan sebagai Best Equity Fund - Bloomberg Award (AUM diatas IDR 650 Milyar untuk Kinerja 3 tahun). ADPN mencatatkan imbal hasil 67.87% (as per 31 Mar 2018) .

ADON, merupakan Reksa Dana berbasis obligasi dengan imbal hasil 33.22% (31 Mar 2018) sejak diluncurkan. Produk ini dapat dijadikan sebagai alternative investasi untuk nasabah dengan risiko profil konservatif-moderat. [hid]
#Reksadana #BankMega #MEGA
BERITA TERKAIT
Anak Usaha TOWR Tambah Kredit DBS Jadi Rp1,2 T
AS Beri Sanksi Perusahaan Rusia
Laba PGN Naik 191,8% Sepanjang Semester I 2018
Wall Street Masih Miliki Kekuatan, Tapi..
BEI Kaji Insentif IPO Bagi Perusahaan Energi Baru
Trump Bebani Bursa Saham Eropa
IHSG Berakhir Perkasa 0,88% ke 5.944

ke atas