TEKNOLOGI

Minggu, 06 Mei 2018 | 18:18 WIB

Pakar: Kita Tak Perlu Mandi Setiap Hari

Pakar: Kita Tak Perlu Mandi Setiap Hari
(Foto: nationalgeographic)

INILAHCOM, New York - Para ahli mengatakan bahwa mandi setiap hari bisa meningkat risiko infeksi seseorang.

Mengutip National Geographic, pakar penyakit menular dari Columbia University, AS, dr. Elaine Larson, menyebut mandi berlebihan bisa mengurangi hidrasi kulit, membuatnya menjadi kering dan pecah-pecah sehingga memudahkan kuman untuk masuk ke dalam tubuh.

"Banyak orang percaya, mandi bisa mengurangi risiko penyakit. Padahal, fungsinya hanyalah menghilangkan bau tubuh," ujarnya.

Sementara itu, dr. Brandong Mitchell, asisten profesor ilmu penyakit kulit di George Washington University , AS, mengatakan, mencuci dan menggosok kulit bisa menghilangkan minyak alaminya. Hal tersebut bisa mengganggu 'bakteri baik' yang menyokong sistem kekebalan tubuh seseorang.

Menurut dr. Mitchell, mandi sekali atau dua kali dalam seminggu cukup untuk mendapatkan manfaatnya. "Tidak perlu mandi setiap hari," ujarnya.

Kepada Time, dr. Mitchell mengatakan bahwa tubuh kita merupakan mesin minyak alami. "Saya rasa, terlalu banyak orang yang mandi terlalu sering," ucapnya.

Dia pun menganjurkan orang-orang agar mandi satu kali sehari saja jika ingin kulitnya tetap sehat dan terhidrasi. Dr. Mitchell juga merekomendasikan untuk tidak menyabuni seluruh tubuh, melainkan hanya fokus kepada area-area yang berpotensi menimbulkan bau, seperti ketiak dan kaki.

Sementara itu, dr. Larson mengatakan, sebaiknya kita lebih fokus untuk sering mencuci tangan dan membersihkan pakaian. Ini dilakukan untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan mencegah penyakit.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada Januari tahun lalu itu juga menyatakan bahwa mandi terlalu sering bisa membahayakan bakteri baik, virus, dan binatang kecil lainnya yang tinggal dan hidup dalam tubuh manusia.

Para peneliti dari University of Utah, AS, tersebut menganalisis penduduk di pedalaman Amazon. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka memiliki 'keragaman bakteri dan fungsi genetik tertinggi yang pernah ada dalam kelompok manusia'.

Para ilmuwan menyimpulkan, orang-orang Barat 'terlalu bersih' sehingga mempengaruhi populasi mikroba di tubuh mereka.

#mandi #penelitan #pakar #ahli #kulit
BERITA TERKAIT
Cara Ikan Mola-mola Bersihkan Parasit di Tubuhnya
Produk Realme Bisa Dibeli di 3.000 Toko Offline
Facebook Bentuk Badan Independen Konten di 2019?
WhatsApp Hadirkan Fitur Tambah Kontak via Kode QR
Pendapatan Pemasok Turun, Penjualan iPhone Lemah
Ini Isi Kotak Kemasan Realme 2 Pro
(IMX 2018) Honda Pamer Civic Type R 'Batik Racing'

ke atas