DUNIA

Minggu, 06 Mei 2018 | 10:38 WIB

Korut Ubah Zona Waktunya Sama dengan Korsel

Korut Ubah Zona Waktunya Sama dengan Korsel
Zona Waktunya Korut Sama dengan Korsel (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Pyongyang--Korea Utara telah mengubah zona waktunya agar cocok dengan Korea Selatan setelah pertemuan antar-Korea pekan lalu, menurut media milik pemerintah.

Pukul 23:30 waktu setempat (21:30 WIB) pada hari Jumat, jam-jam di negara itu maju 30 menit menjadi tengah malam.

Penyetelan ulang adalah "langkah praktis pertama" untuk mempercepat penyatuan Korea, kata kantor berita resmi KCNA.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia sudah menetapkan tanggal untuk pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un.

"Kami sekarang memiliki tanggal dan kami memiliki lokasi, kami akan segera mengumumkannya," kata Trump kepada wartawan AS di luar Gedung Putih pada hari Jumat, menambahkan bahwa ia mengharapkan "hal-hal yang sangat, sangat baik" keluar dari pertemuan itu.

Trump akan menjamu Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Gedung Putih pada 22 Mei untuk membahas pertemuan yang akan datang.


Hingga saat ini, Korea Utara memegang Waktu Pyongyang, setengah jam di belakang Korea Selatan dan Jepang.

Tambahan 30 menit itu diperkenalkan pada 2015 sebagai tanda melawan "imperialis Jepang yang jahat", karena jam di Korea Utara sebelumnya diubah untuk cocok dengan Tokyo ketika semenanjung Korea berada di bawah kekuasaan Jepang.

Korea Selatan juga telah pindah dari waktu Jepang pada 1950-an tetapi kembali lagi pada 1960-an.

Kedua jam--menunjukkan waktu di Korea Utara dan Korea Selatan--berdampingan di Panmunjom, kota di Zona Demiliterisasi (DMZ) tempat para pemimpin kedua negara baru-baru ini bertemu.

Setelah pertemuan kedua pemimpin Korea, Kantor Presiden Korea Selatan menulis twit yang mengatakan bahwa Kim merasa tertekan dengan melihat jam. [bbc/lat]

#Korut #Zona #Waktu #Sama #Korsel
BERITA TERKAIT
Puluhan Keluarga Korsel Berkumpul Jelang Reuni
Pemimpin Dua Korea akan Bertemu di Pyongyang
AS Tuduh Korea Utara Tak Upayakan Denuklirisasi
AS Deportasi Penjaga Kamp Nazi ke Jerman
AS Tuntut Dua Warga Iran Mata-mata
Surat Paus Kecam Pelecehan Seks oleh Pastur
Venezuela akan Bayar Conoco US$2 Miliar

ke atas