PASAR MODAL

Senin, 07 Mei 2018 | 05:55 WIB
Highlight

IHSG Masih Cenderung Negatif

Wahid Ma'ruf
IHSG Masih Cenderung Negatif
(Foto: inilahcom)
1 2


INILAHCOM, Jakarta Dengan kembali terpuruknya IHSG menembus level terendah sebelumnya di 5.885, maka secara teknikal membuat IHSG masih berada di fase down trend. Technically, penembusan IHSG ke bawah level 5.885 telah mengkonfirmasi pembentukan pola bearish pennant pattern, sehingga membuka peluang bagi IHSG melanjutkan trend penurunannya.

Menurut pelaku pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, indikator teknikal MACD yang masih bergerak turun di bawah centreline mengindikasikan bahwa IHSG masih cenderung bergerak negatif. Target penurunan secara teoritis berdasarkan pola bearish pennant pattern ada di kisaran 5.590-5.500.

"Sementara minor target di 5.772 telah tercapai, sehingga apabila IHSG mampu bertahan diatas level tersebut, terbuka peluang untuk rebound sejenak. Target teknikal rebound di 5.885 hingga 6.012," katanya Minggu (7/5/2018).

Sementara untuk pola pergerakan Dow Jones (DJIA) terlihat masih mencoba rebound namun tertahan oleh down trend resistance-nya di level 24.850. Saat ini DJIA cenderung membentuk descending triangle pattern dan masih seperti dengan ulasan sebelumnya.

Waspadai apabila DJIA kebali bergerak turun dan gagal bertahan di area support level 23.360, karena akan mengkonfirmasi pola bearish continuation descending triangle pattern-nya.

Untuk awal pekan ini, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama. Diperkirakan GDP Q1-2018 akan tumbuh sebesar 5,2%.

Apabila angkanya yang dirilis nanti di atas level tersebut, maka akan menjadi katalis angin segar bagi reboundnya IHSG pascakoreksi tajam selama 2 pekan terakhir. Sedangkan pada hari selasa akan dirilis data cadangan devisa bulan April dan pada hari jumat akan dirilis data neraca perdagangan Indonesia di kuartal pertama. Sementara dari luar negeri.


Pekan ini cukup banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah Senin 7 Mei 2018, Pertemuan kebijakan moneter BOJ, Rilis keyakinan bisnis Australia. Selasa 8 Mei 2018, Rilis data perdagangan China, Rilis data ritel Australia, Pernyataan Ketua Fed Powell, Rilis data budget Australia.

Rabu 9 Mei 2018, Rilis indeks keyakinan konsumen Australia, Rilis data harga produsen dan cadangan minyak AS. Kamis 10 Mei 2018: Rilis data inflasi China, Kebijakan suku bunga BOE, Rilis data produksi manufaktur, neraca perdagangan dan inflasi Inggris, Rilis data inflasi AS. Jumat 4 Mei 2018: Pernyataan Ketua ECB Draghi.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Kemungkinan IHSG di awal perdagangan minggu ini ada potensi di buka menguat (rebound) mengikuti pergerakan bursa saham global. Rebound ini akan berlanjut apabila nanti data GDP yang dirilis bagus.

Namun apabila ternyata hasilnya di bawah perkiraan, maka IHSG berpeluang kembali untuk mengalami koreksi. Jelang akhir pekan, perhatian investor juga akan tertuju pada data inflasi AS.

Apabila nanti angkanya yang dirilis diatas 2%, maka akan membuat yield obligasi AS kembali naik keatas 3%, sehingga berpotensi menekan nilai tukar rupiah lagi. Bila rupiah kian terpuruk lagi, kemungkinan IHSG masih berpotensi terkoreksi kembali.

Untuk itu disarankan sebaiknya tetap hati-hati sambil terus mencermati perkembangan pasar. Tetap safe trading dan atur money manajemen dengan bijaksana, serta selalu kontrol risiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Terutama jika kondisi market tetap tidak kondusif dan ketidakpastian di pasar masih terus berlanjut.

Sementara bagi investor jangka panjang, apabila terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, karena dalam jangka panjang pasar saham akan selalu naik jika keseimbangan market telah tercapai. Maka apabila terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek ke depan yang cerah.
#BursaSaham #DolarAS #IHSG
BERITA TERKAIT
Saham Bank dan Tambang Bebani Bursa Sydney
Depresiasi Rupiah Sentimen Negatif Bursa Saham
Inilah Pemicu Penguatan Bursa Saham Eropa
IHSG Berakhir Keok 49 Poin ke Posisi 5.734
Bursa Saham Eropa Bisa Bergerak Positif
Rehat Siang, IHSG Longsor 41,7 Poin ke 5.741
Pasar Saham Ragu Soal Perang Dagang AS-China

ke atas