GAYA HIDUP

Senin, 07 Mei 2018 | 15:45 WIB

Thalassemia Bisa Dikenali Sejak Dini

Mia Umi Kartikawati
Thalassemia Bisa Dikenali Sejak Dini
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Thalassemia menduduki tempat ketiga untuk pembiayaan penyakit katastropik. Karena itu, lebih baik melakukan cek terlebih dahulu sebelum menikah.

Menurut sekretaris direktorat jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA, ada baiknya, setiap calon pasangan bisa melakukan cek kesehatan. Hal ini menjadi salah satu cara untuk mencegah penyakit gen yang terbanyak di dunia termasuk di Indonesia tersebut.

"Thalassemia tidak bisa disembuhkan tapi bisa dicegah. Sebelum menikah, pasangan harus melakukan skrining terlebih dahulu. Agar mengetahui hasil kesehatan yang maksimal dari pasangan calon istri dan suami," papar Asjikin saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin, (07/05/2018).

Meskipun setiap orang mungkin tidak menjadikan hal ini yang utama. Tetapi ini adalah cara yang penting untuk mencegah semakin banyaknya jumlah penderita thalassemia.

Indonesia sebagai ikat pinggal thalassemia. Artinya, Indonesia sebagai negara berisiko tinggi. Mengapa Indonesia banyak? Karena banyak orang yang datang ke Indonesia.


"Palembang itu 9 persen, dan di Sumba itu ada 33 persen pembawa thalassemia. Di jawa saja 5 persen. Artinya, dari 100 orang ada 5 orang yang terkena thalassemia," ujar Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A(K), Kepala Div. Hematologi Onkologi, Dep. Ilmu Kesehatan Anak saat ditemui di tempat yang sama.

Jumlah di Indonesia pada 2016, sekitar 9.121 pasien thalassemia. Untuk di Jakarta 2200 orang menderita thalassemia. Semakin lama, makin banyak yang mengalami hal ini.

"Para penderita thalassemia harus melakukan transfusi darah. Karena semakin bertambahnya usia, penderita thalassemia membutuhkan banyak donor darah. Hal ini justru malah berbenturan karena di era BPJS saat ini, hanya dibatasi transfusi darah hanya dua kantong saja," tambahnya.

Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan oleh kedua orangtua kepada anak dan keturunannya.

Penyakit ini disebabkan karena berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin utama manusia. Hal ini menyebabkan eritrosit mudah pecah dan menyebabkan pasien menjadi pucat karena kekurangan darah (anemia). (tka)
#thalassemia #penyakit #katastropik #cek #kesehatan #di
BERITA TERKAIT
Ini yang Harus Dilakukan Pada Bayi Alami Stunting
Ini 10 Penyakit Terbanyak Pasca Gempa Lombok
Menilik Lebih Dalam Susu Kental Manis
Masalah Penyakit Diabetes Harus Segera Diatasi
Ketahui, Enam Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi
Tingkatkan Kualitas Air Bersih untuk Kesehatan
Festival Kanikan Bakal Hebohkan Festival Krakatau

ke atas