NASIONAL

Senin, 07 Mei 2018 | 19:47 WIB

Bamsoet Minta Anggota Ingat Pasal 4 Kode Etik DPR

Abdullah Mubarok
Bamsoet Minta Anggota Ingat Pasal 4 Kode Etik DPR
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menangkap seorang anggota dewan dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT). Ketua DPR RI Bambang Soesatyo pun meminta agar para anggota dewan lainnya untuk mengingat isi kode etik anggota DPR RI.

Khususnya adalah Peraturan DPR RI Nomor 1 tahun 2015 tentang Kode Etik DPR RI, khususnya Pasal 4 ayat (2). Bunyinya, 'anggota dilarang melakukan hubungan dengan Mitra Kerjanya untuk maksud tertentu yang mengandung potensi korupsi, kolusi dan nepotisme.'

"Saya meminta semua anggota dewan mengingat aturan itu," kata Bamsoet, sapaan karib Bambang, Senin (7/5).

Dia mengingatkan kembali Anggota DPR RI agar selalu menjaga, serta menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat. Hal itu penting demi menegaskan komitmen Parlemen yang selama ini mendukung pemberantasan korupsi

Sebelumnya, KPK RI sudah menetapkan empat tersangka pasca-operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Jumat (4/5/2018) malam.

Salah satu tersangka adalah anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat Amin Santono.

KPK mengungkapkan bahwa Amin Santono diduga menerima hadiah atau janji dana perimbangan keuangan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan atau APBN-P 2018, terkait dua proyek di Kabupaten Sumedang.

KPK pun mengamankan sejumlah aset dalam OTT tersebut. Yakni logam mulia 1,9 kilogram, dan uang miliaran rupiah dalam pecahan rupiah, dolar Singapura, dan dolar Amerika Serikat. Uang disita saat KPK menggeledah kediaman Yaya Purnomo, selaku Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Yaya merupakan salah seorang yang hadir dalam pertemuan di Halim Perdanakusuma, dan ditangkap KPK di kediamannya di Bekasi.

KPK menduga emas dan uang tunai itu merupakan uang suap dari pengusaha atau kontraktor yang juga ingin proyeknya masuk dalam RAPBN-P.

Selain itu, uang yang disita KPK termasuk uang Rp 400 juta yang diduga diterima Amin dan bukti transfer Rp 100 juta kepada Eka Kamaluddin. Eka adalah pihak swasta yang diduga sebagai perantara.

Amin Santono diduga menerima Rp 400 juta saat transaksi di sebuah restoran dekat Bandara Halim Perdanakusuma.

Menurut Saut, diduga penerimaan Rp 500 juta ini merupakan bagian dari 7 persen commitment feey ang dijanjikan dari dua proyek di Kabupaten Sumedang senilai Rp25 miliar.

Setelah melakukan pemeriksaan, KPK pun menetapkan empat orang sebagai tersangka. Adapun tersangka itu adalah Amin Santono, Eka Kamaluddin, Ahmad Ghiast, dan Yaya Purnomo.

Bamsoet mengapresiasi kinerja KPK itu. Namun tetap berharap ke depan agar para anggota dewan yang mulai tergoda dengan rencana kejahatan sejenis agar diingatkan sejak awal. "Meminta KPK untuk lebih mengedepankan aspek pencegahan dalam pemberantasan korupsi," tandasnya. [rok]

#Bamsoet
BERITA TERKAIT
PMI DKI Kirim Tim Pemulihan Korban Gempa Sulteng
Pemerintah Diminta Serius Usai Bencana Palu
Gudang Penyimpanan Kertas Bekas Terbakar
Polisi Surati Imigrasi Cekal Ahmad Dhani
IA ITB Dukung Percepatan Pembangunan Wilayah Timur
Gudang Plastik di Diwek Jombang Ludes Terbakar
Rumah Warga di Dagangan Madiun Terbakar

ke atas