DUNIA

Rabu, 09 Mei 2018 | 04:40 WIB

AS Mundur dari Kesepakatan Nuklir Iran

AS Mundur dari Kesepakatan Nuklir Iran
Donald Trump (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Washington--Presiden AS Donald Trump sudah memutuskan mundur dari kesepakatan nuklir Iran, yang membatasi pengembangan nuklir negara itu.

"Saya mengumumkan hari ini bahwa Amerika Serikat akan mundur dari kesepakatan nuklir Iran," kata Trump, seperti dikutip dari BBC, Rabu (9/5).

Saat mengumumkannya di Gedung Putih, Selasa (8/5), dia menambahkan 'siap, akan, dan mampu untuk merundingkan kesepakatan baru dengan Iran jika negara itu bersedia'.

Presiden Trump memang amat kritis atas kesepakatan nuklir yang dicapai tahun 2015 lalu, yang membatasi aktifitas nuklir Iran, dengan imbalan sanksi ekonomi atas negara itu dicabut.

Bulan Januari, dia memperingatkan Amerika Serikat mungkin 'akan mundur' dari kesepakatan dengan mengumumkannya pada tanggal 12 Mei, kecuali 'cacat yang membawa petaka'dalam kesepakatan diperbaiki.

Namun kemudian dia mempercepat waktu untuk mengumumkan keputusan tersebut menjadi Selasa.

Bagamana pun sejumlah pihak, termasuk Uni Eropa, melihat kesepakatan tersebut sebagai jalan terbaik untuk menghentikan Iran mengembangkan bom nuklir.

PBB juga sudah memperingatkan agar Trump tidak ke luar dari kesepakatan.

Menjelang pengumuman Presiden Trump ini, Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan negaranya akan terus menjalin hubungan konstruktif dengan dunia terkait dengan program nuklirnya.

"Fondasi kebijakan luar negeri kita adalah hubungan konstruktif dengan dunia," tegas Presiden Rouhani dalam pidato di Teheran yang disiarkan langsung oleh televisi Iran, Selasa (8/5).

Dia mengakui Iran mungkin menghadapi kesulitan selama beberapa bulan jika Amerika Serikat mundur dari kesepakatan nuklir tahun 2015 namun, tambahnya lagi, semua kendala dapat diatasi.

Namun beberapa hari sebelumnya, Rouhani sempat mengatakan, "Jika Amerika meninggalkan kesepakatan nuklir, akan menyebabkan penyesalan bersejarah."

Saat itu, dalam pidatonya yang juga disiarkan di TV pemerintah, dia memperingatkan bahwa Iran memiliki rencana untuk menghadapi setiap kebijakan yang mungkin diambil Trump dan 'kami akan melawannya'

Kesepakatan nuklir 2015 antara Iran, AS, Cina, Rusia, Jerman, Prancis dan Inggris itu mencabut sanksi atas Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

Pemerintah Teheran berulang kali menyatakan bahwa program nuklirnya sepenuhnya untuk perdamaian dan kesepakatan tidak bisa dirundingkan kembali.

Pekan lalu, Israel mengungkapkan 'dokumen rahasia nuklir' yang disebut memperlihatkan bahwa Iran melakukan program senjata nuklir tersembunyi sebelum tahun 2003 dan secara rahasia tetap menguasai teknologinya, yang melanggar kesepakatan.

Namun Iran mencap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai pembohong dengan menyebut dokumen yang diungkapkan merupakan tuduhan lama yang sudah ditangani Badan Tenaga Atom Internasional, IAEA. [bbc/lat]

#as #kesepakatan #nuklir #iran
BERITA TERKAIT
AS Terapkan Sanksi Jaringan Garda Revolusi Iran
WNI Dihukum di Malaysia Terkait ISIS
(Buntut Hilangnya Wartawan) Barat Mundur dari Konferensi Investasi di Saudi
Trump Ancam Tutup Perbatasan AS-Meksiko
Mantan Wakil PM Malaysia Ditangkap
AS Minta ke Turki Bukti Khashoggi Dibunuh
(Krisis Venezuela) Warga Makan Daging Busuk untuk Bertahan

ke atas