DUNIA

Rabu, 09 Mei 2018 | 08:59 WIB

AS-Cina Sepakat Sanksi terhadap Korut Tetap

AS-Cina Sepakat Sanksi terhadap Korut Tetap
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping (Foto: aljazeera)
INILAHCOM, Washington--Gedung Putih mengatakan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping sepakat bahwa sanksi-sanksi terhadap Korea Utara (Korut) tetap diberlakukan "hingga negara itu membongkar program nuklir dan rudalnya secara permanen." Demikian VOA, Rabu (9/5).

Kedua pemimpin berbicara melalui telepon Selasa (8/5) pagi waktu setempat, hanya beberapa jam setelah pertemuan dua hari antara Xi Jinping dan pemimpin Korut Kim Jong Un, pertemuan kedua dalam beberapa minggu terakhir ini. Media pemerintah Cina mengatakan Xi dan Kim bertemu di kota pelabuhan Dalian, di bagian timur laut Cina. Kim melawat ke Beijing Maret lalu, perjalanan pertamanya ke luar negeri sebagai pemimpin Korut, dan indikasi bahwa Cina masih terlibat dalam proses denuklirisasi di Semenanjung Korea.


Trump juga mengingatkan Xi tentang komitmennya pada hubungan perdagangan dan investasi yang "seimbang" di antara kedua negara, yang "menguntungkan pebisnis dan pekerja Amerika," demikian menurut Gedung Putih.

Media pemerintah Cina melaporkan Xi mengatakan kepada Trump bahwa kedua negara sebaiknya menemukan cara untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan itu. Cina dan AS berupaya mencegah perang dagang, walaupun terjadi peningkatan ketegangan dalam beberapa minggu terakhir ini dengan ancaman pengenaan tarif impor bernilai miliaran dolar atas produk kedua negara.

Gedung Putih hari Senin (7/5) mengumumkan penasehat ekonomi terkemuka Cina akan datang ke Washington DC minggu depan untuk melanjutkan pembicaraan tentang isu perdagangan ini dengan tim ekonomi Trump. [voa/lat]
#as-cina #sanksi #korut
BERITA TERKAIT
Sekjen PBB Prihatin KTT AS-Korut Batal
Disaksikan Wartawan,Korut Bongkar Fasilitas Nuklir
Korut Cela Wapres AS: "Bodoh dan Dungu"
Takut Dikudeta, Kim Jong-un Enggan ke Singapura
Satu Diplomat AS di Cina Alami Gangguan Otak
Kanselir Jerman ke Cina, Bahas Ekonomi dan Hukum
Wartawan Korsel Liput Penutupan Nuklir Korut

ke atas