DUNIA

Rabu, 09 Mei 2018 | 10:22 WIB

Keluar Perjanjian Nuklir Iran, Kongres AS Pecah

Keluar Perjanjian Nuklir Iran, Kongres AS Pecah
Pertemuan di ruang Kongres AS (Foto: youtube)

INILAHCOM, Washington--Anggota Kongres fraksi Republik umumnya menyambut baik keputusan Presiden Donald Trump, menarik AS dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran. Senator dari negara bagian Missouri Roy Blunt mengatakan kesepakatan nuklir Iran itu cacat sejak awal.

"Kesepakatan itu benar-benar menjamin kemampuan nuklir Iran pada suatu waktu dalam 10 tahun ke depan. Kesepakatan itu tidak menghentikan sistem rudal balistik, dan aktivitas teroris mereka menjadi lebih buruk. Bukan lebih baik," tandas Blunt, seperti dikutip dari VOA, Rabu (9/5).

Kepada VOA, Senator California dari fraksi Demokrat Dianne Feinstein memberikan reaksi yang sangat berbeda terhadap pengumuman presiden itu.

"Menurut saya, itu memalukan, walaupun semua langkah sudah dilakukan guna mencegah Iran membuat bom nuklir. Trump mengambil tanggung jawab yang sama sekali tidak ia ketahui. Keluar dari perjanjian itu mengatakan kepada sekutu kita bahwa kita tidak menepati janji," ujar Feinstein.

Menarik diri dari kesepakatan nuklir tersebut hanyalah langkah awal, menurut ketua fraksi mayoritas di Senat Mitch McConnell, yang mengatakan bahwa Kongres yang dipimpin fraksi Republik akan bekerja sama dengan Presiden Trump untuk langkah selanjutnya.

"Jelas ada langkah selanjutnya setelah ini, dan kami sangat menunggu sarannya, dan kalau kami, anggota Kongres, perlu terlibat dalam menerapkannya, kami akan melakukannya," tukas McConnell.

Trump berjanji akan menerapkan "sanksi ekonomi tertinggi" terhadap Iran. [voa/lat]

#nuklir #iran #kongres #pecah
BERITA TERKAIT
Iran Balas Serangan Parade Militer
Korut dan Korsel Adakan KTT di Panmunjom
Arab Saudi Marah atas Ancaman Trump
Mattis Mungkin Mundur Sebagai Menhan AS
Ribuan Orang Demo Dukung Militer Myanmar
Menteri India Dituduh Berperilaku Seksual Ganjil
Di Irak, Melamar Jadi Menteri Secara Online

ke atas