MOZAIK

Senin, 14 Mei 2018 | 15:00 WIB

Pelajaran Aisyah yang Qada Puasa di Bulan Syaban

Pelajaran Aisyah yang Qada Puasa di Bulan Syaban
(Foto: Ilustrasi)
PELAJARAN: Istri Harus Siap Kapan Pun

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, para istri Nabi benar-benar ingin mengabdi pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Jika sewaktu-waktu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam butuh istrinya untuk bersenang-senang, mereka pun siap. Para istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam seperti Aisyah tidak mengetahui kapan diinginkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Ia pun tidak meminta izin pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk berpuasa karena khawatir sewaktu-waktu Rasul shallallahu alaihi wa sallam membutuhkan dirinya dan kalau berpuasa malah tidak bisa melayani. Inilah adab seorang istri pada suami yang seharusnya menjadi contoh.

Pelajaran: Tidak Boleh Puasa Sunnah Kecuali dengan Izin Suami

Imam Nawawi rahimahullah juga menyatakan bahwa para ulama sepakat bahwa seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah kalau suaminya ada kecuali dengan izin suami.


Pelajaran: Alasan Lain Memilih Qadha Puasa di Bulan Syaban

Aisyah dalam hadits ini memilih berpuasa pada bulan Syaban karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa berpuasa di kebanyakan hari dari bulan Syaban. Kalau beliau sibuk puasa, tentu tidak berhajat pada Aisyah di siang hari.

Pelajaran: Cara Qadha Puasa

Imam Nawawi rahimahullah menyebutkan bahwa kebanyakan ulama menganjurkan agar qadha puasa disegerakan. Dianjurkan pula dalam penunaian qadha dilakukan berturut-turut secara langsung. Namun kalau tidak berturut-turut puasanya tetap sah menurut ulama Syafiiyah dan kebanyakan ulama.

Semoga jadi ilmu yang bermanfaat. [Referensi: Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim; Syarh Umdah Al-Ahkam; Tanbih Al-Afham Syarh Umdah Al-Ahkam/ Muhammad Abduh Tuasikal]
BERITA TERKAIT
Benarkah Kotoran Ayam dan Kambing Tidak Najis?
Berhati-hatilah kepada Dunia dan Wanita
Hukum Pamer Makanan dan Minuman di Sosial Media
Manusia Berakal dan Beradab Jangan Berzina
Kenapa Allah Menunda Doa Kita?
Bolehkah Salat Berjemaah tanpa Iqamah?
Karena Rahmat Allah

ke atas