EKONOMI

Sabtu, 12 Mei 2018 | 18:36 WIB

BI Catat Defisit Transaksi Berjalan US$5,5 Miliar

M Fadil Djaelani
BI Catat Defisit Transaksi Berjalan US$5,5 Miliar
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Defisit transaksi berjalan triwulan I-2018, tercatat US$5,5 miliar (2,1% PDB). Lebih rendah dari defisit triwulan sebelumnya sebesar US$6,0 miliar (2,3% PDB).

"Penurunan defisit transaksi berjalan terutama dipengaruhi oleh penurunan defisit neraca jasa dan peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder," menurut rilis Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Sabtu (12/5/2018).

Penurunan defisit neraca jasa dipengaruhi kenaikan surplus jasa perjalanan (travel), seiring naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), dan menurunnya impor jasa pengangkutan (freight). Peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder sejalan dengan naiknya penerimaan remitansi dari pekerja migran Indonesia.

Sementara, surplus neraca perdagangan nonmigas menurun terutama dipengaruhi penurunan ekspor nonmigas. Impor nonmigas juga menurun meski lebih terbatas, dengan impor barang modal dan bahan baku masih berada pada level yang tinggi sejalan dengan kegiatan produksi dan investasi yang terus meningkat. [ipe]

#TransaksiBerjalan #Defisit #BankIndonesia #Surplus
BERITA TERKAIT
Pekan Depan, BI Yakin Rupiah Sudah Stabil
BI Sebut BBM Mahal Dorong Inflasi Oktober 0,12%
BI Ramal Kredit Perbankan Melesat di Kuartal Akhir
Gegara BI, Sri Mulyani Minta Revisi Kurs Rupiah
Perkirakan Kurs Rupiah 2019 dari BI Berubah Lagi
RI-Jepang Teken Amandemen Swap Arrangement
BI: Triwulan III, Tren Kegiatan Usaha Menurun

ke atas