EKONOMI

Senin, 14 Mei 2018 | 19:48 WIB

PLTB Jeneponto Terbesar Kedua Sebentar Rampung

PLTB Jeneponto Terbesar Kedua Sebentar Rampung
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menargetkan, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Jeneponto Tolo-1, Sulawesi Selatan rampung di pertengahan 2018.

"Progres terus berjalan, targetnya pada pertengahan tahun ini pekerjaan fisik PLTB Jeneponto akan selesai, sekitar Juli atau Agustus nanti. Sementara COD (commercial operation date) akan dilakukan setelah selesainya persiapan dalam mengintegrasikan listrik yang dihasilkan PLTB ke jaringan PLN," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Saat ini, Agung menjelaskan, pondasi dan sebagian tiang (tower) telah didirikan. Tinggal menunggu bilah turbin yang diangkut dari Makassar untuk dipasang semuanya.

Agung menambahkan, saat rampung, PLTB Tolo-1 berkapasitas 72 MW ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin/bayu terbesar kedua di Indonesia, setelah PLTB Sidrap (75 MW).

Walaupun secara kapasitas sedikit dibawah PLTB Sidrap, namun infrastruktur per tower pada PLTB Tolo-1 adalah yang terbesar, dengan 20 turbin angin masing-masing kapasitas 3,6 Megawatt (MW).


Ketinggian menara PLTB Jeneponto mencapai 138 meter dengan panjang bilah 64 meter. Sementara PLTB Sidrap memiliki ketinggian tower 80 meter dengan 3 bilah turbin, masing-masing sepanjang 56 meter. Sebanyak 30 turbin angin terpasang di Sidrap dengan kapasitas tiap turbin 2,5 MW.

Energi listrik PLTB Tolo-1 ini dihasilkan dari kecepatan angin sebesar 6-8 m/s yang merupakan potensi angin cukup besar untuk dikembangkan secara komersial. Nantinya, pembangkit berbasis angin tersebut akan terkoneksi dengan jaringan transmisi sebesar 150 KV. Sebanyak 4 dari 10 tower transmisi 150 KV telah selesai dibangun, yang akan terinterkoneksi melalui Gardu Induk Jeneponto.

Penandatangan jual-beli atau Power Purchase Agreement (PPA) diteken oleh PLN bersama PT. Energi Bayu Jeneponto pada 14 November 2016 dengan harga jual listrik 10,89 cent dolar/kWh.

Berdasarkan PPA tersebut, proyek akan COD pada 14 November 2019. Hadirnya PLTB Tolo-1 Jeneponto akan melengkapi keberadaan PLTB Sidrap untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan di Indonesia, sekaligus semakin meningkatkan kehandalan kelistrikan di Sulawesi Selatan, yang rasio elektrifikasinya telah mencapai 99,12%.

Sementara, General Manager Business Development Vena Energy, sebelumnya bernama Equis Energy, Harry Miarsono, mengatakan: "Juli nanti ditargetkan pekerjaan fisik pembangkit akan selesai dan akan kita lakukan uji coba, sementara untuk COD akan menunggu sistem integrasi siap." ujar Harry. [tar]
#MenteriJonan #PLTBJeneponto #PLN
BERITA TERKAIT
Potensi PLTMH Melong Sawer PNBP Rp400 Juta/Tahun
FSRU Lampung Siap Kirim LNG ke PLN
(H-30 Asian Games 2018) PLN Libatkan 544 Petugas di 23 Posko di Palembang
Rumah Tangga Pasang Panel Surya Bakal Mudah
DPR Tanya Freeport, Jonan: Saya Maunya Tertutup
Jonan Bilang HoA dengan Freeport tak Mengikat
Plt Komut PLN Hasan Bisri Tutup Usia

ke atas