PASAR MODAL

Senin, 14 Mei 2018 | 19:56 WIB

Sentimen Domestik Jaga Fluktuasi Rupiah

Sentimen Domestik Jaga Fluktuasi Rupiah
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada transaksi antar bank di Jakarta, Senin (14/5/2018) sore, bergerak melemah sebesar 20 poin menjadi Rp13.963 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.943 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova di Jakarta mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah masih terpengaruh sentimen eksternal, salah satunya prospek kenaikan suku bunga The Fed.

"Sentimen eksternal masih mempengaruhi pergerakan rupiah, namun sentimen dari dalam negeri yang relatif kondusif menahan tekanan rupiah lebih dalam," ujar dia.

Ia mengemukakan sentimen dari domestik yang menjaga fluktuasi rupiah yakni data defisit transaksi berjalan Indonesia pada triwulan pertama 2018 menurun, kondisi itu dinilai perekonomian Indonesia masih terjaga.


Bank Indonesia mencatat, defisit transaksi berjalan sebesar 5,5 miliar dolar AS (2,1 persen PDB) pada triwulan pertama 2018, lebih rendah dari defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai 6,0 miliar dolar AS (2,3 persen PDB).

Ia menambahkan bahwa laju dolar AS juga cenderung tertahan apresiasinya menyusul imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang menurun. Di sisi lain, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang di bawah estimasi pasar.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan data inflasi konsumen Amerika Serikat lebih rendah dari perkiraan sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed secara agresif.

"Sentimen itu membuat dolar AS kehilangan dukungan," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin (14/5) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13.976 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.048 per dolar AS. [tar]
#Rupiah #RullyNova
BERITA TERKAIT
Rupiah Lesu di Tengah Penantian Notula the Fed
Bos BI Disarankan Nyaleg dari PPP
Imbal Hasil Obligasi AS Buat Rupiah Terkapar
Perang Dagang Reda Kuatkan Dolar AS
Kenaikan Imbal Hasil AS Buat Rupiah Ambrol
Pemerintah dan BI Dibikin Tegang Mata Uang Garuda
Suku Bunga Acuan Gagal Kuatkan Rupiah

ke atas