EKONOMI

Selasa, 15 Mei 2018 | 09:48 WIB

Bappenas-BI Tetap Kembangkan Syariah di Surabaya

Indra Hendriana
Bappenas-BI Tetap Kembangkan Syariah di Surabaya
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Teror bom di Surabaya tak mengurungkan niat Pemerintah dan BI yang ingin menjadikan Surabaya, pusat ekonomi syariah di Indonesia pada tahun 2024.

Apakah niatan ini akan terganggu? Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro hal itu tidak ada kaitannya. Selain itu, kata dia, perkembangan bank syariah juga di kota mana saja.

Saya rasa enggak berpengaruh ya, artinya kembangkan industri syariah sebenarnya bisa dimana saja, kata Bambang di Jakarta, Senin (15/5/2018).

Bambang mengatakan, tolok ukur majunya bank syariah itu bukanlah dari faktor bom bunuh diri. Namun, regulasi dan modal yang baik akan memberi dukungan perkembangan bank syariah di Indonesia.

Kemudian ekosistem dan industri jadi pelanggan nasabah bank syariah terbentuk, ujar dia.

Bambang sebelumnya menyebut, aksi teror bom bunuh diri di Jawa Timur tidak terlalu berpengaruh terhadap investasi di Indonesia.

Bambang mengklaim, meski ada pengaruh terhadap investasi tapi tidak akan berlangsung lama. Dia yakin dalam waktu dekat investasi di Indonesia akan kembali seperti semula. Saya rasa (pengaruh bom pada investasi) itu temporer ya, kata Bambang.

Sebab, kata Bambang, investor masih melihat negara Indonesia cukup baik untuk berinvestasi. Saya rasa minat investasi masih tinggi, kata Bambang.

Diketahui, salah satu provinsi yang unggul dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia adalah Jawa Timur. Untuk itu, sejak diselenggarakan pertama kali pada 2014 lalu, ISEF digelar di Jawa Timur.

Melalui penyelenggaraan ISEF, BI ingin memperkuat kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan sehingga dapat mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. [hid]

#BankSyariah #ISEF #TerorBom
BERITA TERKAIT
Ekspor Indonesia Roboh, Ini Penjelasan Darmin
Utang BUMN Super Jumbo, Salah Siapa?
Di Sukabumi, JK Janji Lindungi TKI Secara Maksimal
Kunjungi PLBN Skouw Wutung, Ani Jadi Putri Papua
Darmin Akui B20 Belum Maksimal, Janjinya Januari
Inaplas Jangan Galau, tak Semua Plastik Kena Cukai
Jonan Minta Perusahaan Batu Bara Pacu Nilai Tambah

ke atas