GAYA HIDUP

Selasa, 15 Mei 2018 | 15:45 WIB

Masalah Gizi Ancam Remaja Indonesia

Mia Umi Kartikawati
Masalah Gizi Ancam Remaja Indonesia
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien.

Hal itu terlihat dari sekitar 12 persen remaja laki-laki dan 23 persen remaja perempuan mengalami anemia, yang sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi).

Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas.


Selain itu, secara khusus anemia yang dialami remaja putri akan berdampak lebih serius, mengingat mereka adalah para calon ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi, sehingga memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR).

"Anemia dapat dihindari dengan konsumsi makanan tinggi zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C dan zink, dan pemberian tablet tambah darah (TTD)," kata Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Pattiselano Robert Johan, MARS, di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Selasa, (15/05/2018).

Pemerintah memiliki program rutin terkait pendistribusian TTD bagi wanita usia subur (WUS), termasuk remaja dan ibu hamil.(tka)
#remaja #indonesia #masalah #gizi
BERITA TERKAIT
Istimewa, Ramadan Wonders di Grand Indonesia
Perhatikan Asupan Nutrisi untuk Remaja Usia 20-an
Bahaya Jika Remaja Kegemukan dan Obesitas
Penting! Remaja Harus Sadar Tinggi Badan
Perempuan Harus Pandai Ungkap Masalah dalam Hati
Pengangkatan Kantong Rahim tak Pengaruhi Seksual
Berpuasa, Baik Kurangi Gula, Garam, dan Lemak

ke atas