GAYA HIDUP

Selasa, 15 Mei 2018 | 17:15 WIB

Bahaya Jika Remaja Kegemukan dan Obesitas

Mia Umi Kartikawati
Bahaya Jika Remaja Kegemukan dan Obesitas
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kegemukan dan obesitas menjadi salah satu masalah yang timbul pada remaja. Hal ini dapat menimbulkan penyakit tidak menular yang sangat serius.

Pola makan remaja yang tergambar dari data Global School Health Survey tahun 2015, antara lain: Tidak selalu sarapan sekitar 65,2 persen, sebagian besar remaja kurang mengonsumsi serat sayur buah, sekitar 93,6 persen dan sering mengkonsumsi makanan berpenyedap 75,7 persen.

"Selain itu, remaja juga cenderung menerapkan pola sedentary life, sehingga kurang melakukan aktifitas fisik 42,5 persen. Hal-hal ini meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk, overweight, bahkan obesitas," ujar Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Pattiselano Robert Johan, MARS, Jakarta, Selasa, (15/05/2018).

Masih menurutnya, obesitas meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoporosis dan lain-lain yang berimplikasi pada penurunan produktifitas dan usia harapan hidup.

"Pada prinsipnya, sebenarnya obesitas remaja dapat dicegah dengan mengatur pola dan porsi makan dan minum, perbanyak konsumsi buah dan sayur, banyak melakukan aktivitas fisik, hindari stres dan cukup tidur," tambahnya.

Dalam paparannya, dia menegaskan bahwa seluruh masyarakat perlu memahami pentingnya gizi untuk kesehatan dalam setiap siklus kehidupan, karena gizi adalah investasi bangsa. (tka)

#remaja #kegemukan #obesitas
BERITA TERKAIT
Mengapa Remaja Kerap Alami Krisis Identitas?
Remaja Cenderung Agresif dan Melawan Orangtua?
Perilaku Cederai Diri Sering Ditemui pada Remaja
(Business Gethering ITB Asia 2018) Penuhi Janji, Menpar Promosikan NTB
Liburan Seru? Ayo Coba ke Onan Runggu 1 Sipahutar
(Efek Bencana Alam) Anak jadi Kelompok yang Paling Rentan
Diplomasi Kopi Menpar Hebohkan ITB Asia 2018

ke atas