EKONOMI

Rabu, 16 Mei 2018 | 06:09 WIB

BI: Neraca Perdagangan RI Rajin Defisit

BI: Neraca Perdagangan RI Rajin Defisit
(Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mencatat adanya defisit dalam neraca perdagangan April 2018. Angkanya diproyeksikan mencapai US$1,63 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman menerangkan bahwa defisit neraca perdagangan dipicu akselerasi kegiatan produksi dan investasi, sejalan dengan membaiknya prospek perekonomian.

Agusman dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (15/5/2018), meyakini bahwa kinerja neraca perdagangan domestik bakal membaik di bulan-bulan berikutnya.

Alasannya, harga komoditas masih akan tetap tinggi, dan terjaganya permintaan untuk ekspor menyusul berlanjutnya pemulihan ekonomi global. "Ini pada gilirannya akan mendukung prospek pertumbuhan ekonomi dan ketahanan neraca transaksi berjalan," kata Agusman.

Kata Agusman, tahun ini, BI ingin menjangkar defisit neraca transaksi berjalan di rentang 2%-2,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2018. Pada 2017, defisitnya 1,7% dari PDB.

Neraca perdagangan Indonesia pada April 2018 menderita defisit US$1,63 miliar dipengaruhi defisit pada neraca perdagangan nonmigas dan neraca perdagangan migas. Secara kumulatif Januari-April 2018, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,31 miliar.

Sedangkan neraca perdagangan nonmigas pada April 2018, mencatat defisit US$0,50 miliar. Sedangkan, defisit neraca perdagangan migas April 2018 tercatat US$1,13 miliar. Atau naik dibandingkan neraca perdagangan migas Maret 2017 sebesar US$0,90 miliar.[tar]
#NeracaPerdagangan #Defisit #BankIndonesia
BERITA TERKAIT
Sri Mulyani Heran Green Tea Saja Impor?
Defisit Transaksi Berjalan Bikin Ani Darah Tinggi
DPR Cemaskan Dampak Naiknya Kurs Dolar Bagi Bisnis
Sri Mulyani Dibikin Girang Keseimbangan Primer
September Ceria, BI Yakin Rupiah Berotot Lagi
Jurus Anak Buah Jonan Tekan Defisit Neraca Dagang
Bukan Dadakan, Jadwal RDG BI Bergantung The Fed

ke atas