DUNIA

Rabu, 16 Mei 2018 | 07:49 WIB

PBB Kutuk Pembunuhan Massal Warga Palestina

PBB Kutuk Pembunuhan Massal Warga Palestina
Nickolay Mladenov (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, New York--Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian di Timur Tengah Nickolay Mladenov mengutuk sekeras-kerasnya tindakan pasukan keamanan Israel yang mengakibatkan sedikitnya 60 warga Palestina tewas dalam aksi unjuk rasa di perbatasan Gaza-Israel.

Berbicara kepada anggota-anggota dewan dari Yerusalem dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Gaza di New York, Selasa (15/5), atau Rabu (16/5) dini hari WIB, Mladenov mengatakan bahwa "pembunuhan (di Gaza) itu tidak dapat dibenarkan."

"Siapa yang dapat menemukan kata-kata untuk menghibur ibu yang anaknya tewas dibunuh? Siapa? Saya menyerukan kepada semua pihak untuk bersama-sama saya hari ini mengutuk sekeras-kerasnya tindakan yang telah menyebabkan hilangnya begitu banyak nyawa di Gaza," kecam Mladenov, seperti dikutip dari VOA.

Mladenov mengatakan, "Israel bertanggung jawab menyesuaikan penggunaan kekuatannya," jika tidak ada "ancaman kematian atau cedera serius" dan harus melindungi perbatasannya "secara proporsional dan menyelidiki setiap insiden yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia."

Namun dalam rapat darurat itu, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan Israel telah "menahan diri" dalam menanggapi bentrokan mematikan dengan Palestina di perbatasan Gaza dan menyalahkan kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza atas aksi kekerasan itu.

"Dalam beberapa hari terakhir ini, teroris Hamas, yang didukung Iran, telah menghasut serangan terhadap pasukan keamanan dan infrastruktur Israel," ujar Haley.


Haley menepis pernyataan bahwa aksi kekerasan itu dipicu pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem hari Senin (14/5).

"Pemindahan kedutaan besar tidak merusak prospek perdamaian apapun. Namun oleh sebagian orang ini dianggap sebagai penyebab aksi kekerasan. Kita harus ingat, organisasi teroris Hamas telah menghasut kekerasan selama bertahun-tahun, jauh sebelum Amerika memutuskan untuk memindahkan kedutaan besarnya."

Haley menambahkan bahwa Kedubes AS itu mencerminkan kehendak rakyat Amerika hak penuh Amerika untuk memutuskan lokasi kedutaannya, hak yang diklaim setiap orang di ruangan ini untuk negara mereka.

Warga Palestina sudah melakukan unjuk rasa selama enam pekan lebih, sebagai bagian dari aksi yang disebut Hamas "Pawai Besar untuk Pulang".

Namun unjuk rasa Senin dan Selasa sebagai protes atas pembentukan negara Israel tahun 1948, pengungsian ratusan ribu warga Palestina dari rumahnya akibat perang, dan peresmian pembukaan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pihak berwenang Palestina menyebutkan bahwa selain puluhan yang tewas masih ada sekitar 2.700 orang yang cedera dalam peristiwa yang mereka sebut sebagai pembunuhan massal. [lat]
#pbb #kutuk #pembunuhan #palestina
BERITA TERKAIT
Iran Ajak AS Berdamai
Trump Versi Brasil Ikut Pilpres
Penembakan di Kanada, Korban Berjatuhan
Irak Diminta Umumkan Jumlah Fasilitas Penahanan
Kritikus Restoran Pemenang Pulitzer, Meninggal
Israel: Penyeberangan Komersil Gaza akan Dibuka
Wapres Afghanistan Lolos dari Bom Bunuh Diri

ke atas