PASAR MODAL

Rabu, 16 Mei 2018 | 10:29 WIB

Imbal Hasil Obligasi AS Buat Rupiah Lesu Darah

Imbal Hasil Obligasi AS Buat Rupiah Lesu Darah
(Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (16/5/2018) pagi, bergerak melemah sebesar 35 poin menjadi Rp14.065 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.030 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Rabu (16/5/2018) mengatakan dolar AS bergerak menguat terhadap sejumlah mata uang dunia didorong meningkatnya yield obligasi Amerika Serikat menjadi 3,06 persen untuk tenor 10 tahun.

"Kenaikan yield itu salah satunya didorong oleh naiknya kepercayaan investor bahwa tingkat suku bunga (bank Sentral AS)The Fed akan naik empat kali pada tahun ini," kata Ahmad Mikail.


Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan nilai tukar rupiah juga didorong data neraca perdagangan yang kembali defisit. Neraca perdagangan Indonesia pada April 2018 mengalami defisit 1,63 miliar dolar AS seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi domestik. Secara kumulatif Januari-April 2018, neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit 1,31 miliar dolar AS.

Sementara itu,analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah masih terpengaruh oleh sentimen eksternal, salah satunya prospek kenaikan suku bunga The Fed.

"Minimnya sentimen positif di dalam negeri juga turut menjadi faktor yang menahan laju rupiah untuk terapresiasi," kata Reza.

Ia menambahkan selain faktor meningkatnya imbal hasil obligasi AS, antisipasi pelaku pasar uang pada data tingkat konsumsi Amerika Serikat yang diperkirakan naik turut berimbas pada kembali terapresiasinya dolar AS. [tar]
#Rupiah #AhmadMikail
BERITA TERKAIT
Sri Mulyani Pusing dengan Rupiah Makin Loyo
Krisis Ekonomi Turki Tekan Bursa Asia dan Euro
Dolar AS Tembus Rp14.600, RI Ikut Jejak Turki?
Cadangan Devisa Terjun Rupiah Turun
Mata Uang Venezuela Terdevaluasi 96 Persen
Melindungi Investor dari Isu Jangka Pendek
AS Keberatan dengan Pelemahan Yuan China?

ke atas