EKONOMI

Rabu, 16 Mei 2018 | 12:11 WIB

Sebentar Lagi, Bank Indonesia Punya Kantor di Cina

Sebentar Lagi, Bank Indonesia Punya Kantor di Cina
Deputi Gubernur BI Sugeng (Foto: istimewa)
INILAHCOM, Beijing - Proses perizinan pendirian Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Beijing, Cina (Tiongkok), sudah selesai. Jadi tinggal menunggu waktu pengoperasian saja.

"Alhamdulillah, pemerintah Cina sudah memberikan izin (pendirian)," kata Deputi Gubernur BI Sugeng di Wisma Duta KBRI Beijing, Selasa malam (15/5/2018).

Dengan beroperasinya kantor perwakilan BI di Beijing ini, melengkapi empat kantor perwakilan BI lainnya di luar negeri. Yakni, Tokyo, London, Singapura, dan New York yang lebih dahulu berdiri.

Ia berharap kantor perwakilan yang baru dibuka tersebut bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia. "Oleh sebab itu, kami memohon bantuan kepada Bapak Dubes agar kantor kami di Beijing ini bisa memberikan banyak manfaat bagi rakyat Indonesia," kata Sugeng dalam pertemuan di Wisma Duta yang difasilitasi Duta Besar RI untuk Cina, Djauhari Oratmangun.


Sugeng menyatakan kesediaan untuk memberikan bantuan assesment dalam upaya meningkatkan volume ekspor Indonesia ke Cina. "Kami telah lama menjalin kerja sama dengan `People Bank of Cina` (PBOC/bank sentral Cina). Mungkin dalam situasi saat ini, saat rupiah mengalami tekanan, kita bisa kerja sama dengan mereka untuk mengatasinya," kata Sugeng.

Dalam kesempatan ini, Sugeng memperkenalkan Direktur Departemen Strategis dan Departemen Pemerintahan BI Arief Hartawan yang nantinya akan menjabat Kepala Perwakilan BI Beijing.

Kedatangan Sugeng juga untuk memenuhi undangan pemerintah Cina dalam acara Financial Summit. "Pertemuan ini untuk membicarakan payment system. BI terus mengembangkan sistem ini. Dalam waktu singkat, 4 bulan, hampir semua tol sudah menerapkan pembayaran nontunai," kata Sugeng.

Dubes Djauhari Oratmangun mengatakan, pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Cina Li Keqiang di Jakarta, Senin (7/5/2018), menghasilkan sejumlah kesepakatan. Salah satunya adalah dibukanya kesempatan ekspor bagi Indonesia ke Cina. "Partner terbesar kita saat ini Cina sekaligus salah satu penggerak ekonomi kita," kata Djauhari.

Menurut Djauhari, Cina akan terus meningkatkan investasinya ke Indonesia agar tidak kalah dengan dua negara lainnya dalam menanamkan modal terbesarnya di Indonesia, yakni Singapura dan Jepang. "Komitmen PBOC dan AIIB (Bank Investasi Infrastruktur Asia) harus kita sambut dengan tangan terbuka," ujar Djauhari. [tar]
#BankIndonesia #Cina #KantorPerwakilan
BERITA TERKAIT
Menunggu Tiga Gebrakan Perry Warjiyo di BI
(Hari Ini Dilantik) Bola Panas AS untuk Perry Warjiyo
Larangan Tukar Uang BI Matikan Bisnis di Jalanan
Butuh Uang Receh untuk Lebaran, Silahkan ke Monas
Ramadan Hingga Lebaran Perlu Duit Cash Rp188,2 T
Jelang Lengser, Agus Digoyang Neraca Transaksi
Ujug-ujug Gubernur BI Bicara Soal Krisis 1998

ke atas