PASAR MODAL

Rabu, 16 Mei 2018 | 12:15 WIB

Obligasi AS Menggiurkan, Rupiah Ambruk Lagi

Obligasi AS Menggiurkan, Rupiah Ambruk Lagi
(Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi (16/5/2018), kembali melemah 35 poin menjadi Rp14.065 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.030 per US$.

Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, mengatakan, dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang dunia, didorong meningkatnya yield obligasi Amerika Serikat (AS) menjadi 3,06% untuk tenor 10 tahun.

"Kenaikan yield itu salah satunya didorong oleh naiknya kepercayaan investor bahwa tingkat suku bunga (bank Sentral AS) The Fed akan naik empat kali pada tahun ini," kata Mikail.


Di sisi lain, lanjut Mikail, pelemahan nilai tukar rupiah juga didorong data neraca perdagangan yang kembali defisit. Neraca Perdagangan Indonesia pada April 2018, mengalami defisit US$1,63 miliar, seiring peningkatan aktivitas ekonomi domestik. Secara kumulatif Januari-April 2018, neraca perdagangan Indonesia diciderai defisit US$1,31 miliar.

Sementara, analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah masih terpengaruh sentimen eksternal. Salah satunya, prospek kenaikan suku bunga The Fed. "Minimnya sentimen positif di dalam negeri juga turut menjadi faktor yang menahan laju rupiah untuk terapresiasi," kata Reza.

Ia menambahkan selain faktor meningkatnya imbal hasil obligasi AS, antisipasi pelaku pasar uang pada data tingkat konsumsi Amerika Serikat yang diperkirakan naik turut berimbas pada kembali terapresiasinya US$. [tar]
#Obligasi #AS #Rupiah
BERITA TERKAIT
BEI Catatkan 355 Emisi Obligasi Rp403,97 Triliun
Yield Obligasi AS Turun, Emas Mengilap
Pemerintah dan BI Dibikin Tegang Mata Uang Garuda
Suku Bunga Acuan Gagal Kuatkan Rupiah
Bom & Defisit Dagang Biangkerok Rupiah Makin Tekor
Suku Bunga Naik, Rupiah Tambah Melemah
Lagi, Kenaikan Imbal Hasil AS Buat Rupiah Keok

ke atas