DUNIA

Rabu, 16 Mei 2018 | 12:34 WIB

Presiden Putin Resmikan Jembatan Crimea-Rusia

Didi Prambadi
Presiden Putin Resmikan Jembatan Crimea-Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin meresmikan Jembatan Selat Kerch yang menghubungkan kawasan Krasnodar, Rusia dengan Semenanjung Crimea, Selasa (15/5/2018).

CNN melaporkan, peresmian itu ditandai oleh Putin yang mengemudikan sebuah truk diiringi sejumlah truk lainnya melintasi jembatan yang sebagian rampung. Bila jembatan sepanjang 16 kilometer itu selesai seluruhnya, maka setiap hari akan menampung 40 ribu kendaraan bermotor dan 13 juta ton barang, bunyi laporan kantor berita RIA Novosti.

Bagi Rusia, Jembatan Kerch menandai kembalinya Crimea ke pangkuan Rusia, setelah satuan khusus Rusia berhasil menguasai Crimea pada 2014. Namun oleh Barat, jembatan itu merupakan simbol invasi militer Rusia atas Crimea, sehingga Barat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan sejumlah pejabat tinggi Kremlin. Termasuk di antaranya Arkady Rotenberg, teman dekat Putin, pemilik perusahaan konstruksi Stroygazmontazh yang membangun jembatan 16 kilometer tersebut.

Selain itu, Jembatan Kerch merupakan bagian dari sebuah proyek infrastruktur Presiden Putin. Tahun lalu misalnya, Putin berencana membangun jembatan di Sakhalin, sebuah pulau yang kaya dengan sumber alam di utara Hokkaido, Jepang.

Jika kita mencapai kesepakatan dengan Korea Utara dan Korea Selatan, maka jaringan Kereta Api Trans Siberia akan menghubungkan jaringan kereta di Semenanjung Korea, kata Putin. Itu berarti jaringan kereta api yang menghubungkan Sakhalin dan Hokkaido serta Crimea akan menjadi proyek jaringan kereta berskala dunia. Dan ini akan menandai perubahan penting di bidang infrastruktur, dan teknologi tinggi, kata Putin tahun lalu.

#Putin #Crimea #Rusia
BERITA TERKAIT
Ini Cara Rusia Bantu Menangkan Trump di Pilpres
UE Perpanjang Sanksi Ekonomi Terhadap Rusia
Kartu Intelijen Vladimir Putin Ditemukan di Jerman
Ukraina Tuduh Rusia Blokade Selat Kerch
(Jika AS Mundur dari Kesepakatan Nuklir) Putin Ancam akan Bangun Misil Nuklir
(Skandal 1MDB) Goldman Sachs Tolak Tuntutan Pidana Malaysia
Paus Kecam Pihak yang Salahkan Migran

ke atas