PASAR MODAL

Rabu, 16 Mei 2018 | 14:25 WIB

Garuda-Sriwijaya Kerja Sama "Code Share"

Garuda-Sriwijaya Kerja Sama "Code Share"
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Tangerang - Maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air bekerja sama "code share" penerbangan guna memperluas jaringan, khususnya pasar domestik.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury dan Direktur Utama Sriwijaya Air Chandra Lie menandatangani perjanjian "code share" tersebut di Kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Banten, Rabu.

Pelaksanaan kerjasama "code share" tersebut merupakan upaya dari kedua grup maskapai untuk memperkuat sinergi, mengembangkan pangsa pasar dan meningkatkan keuntungan.

Kerja sama tersebut juga melingkupi anak perusahaan masing-masing maskapai, yaitu Citilink Indonesia dan NAM Air.

"Kerja sama ini sebagai bentuk mengembangkan jaringan karena enggak semua tempat bisa dikembangkan sendiri oleh maskapai, tetapi antarmaskapai. Wilayah operasi di Indonesia sebagai negara kepulauan ini memiliki cakupan yang sangat luar, kita punya keterbatasan armada yang dimiliki," tutur Pahala.

Pahala menyebutkan pihaknya memiliki total 202 pesawat, di antaranya 144 Garuda Indonesia dan 58 Citilink dengan jumlah rute dan destinasi yang terbatas.

"Kita berterima kasih Sriwijaya Group dan Garuda Indonesia Group bersama-sama melayani transportasi udara, makin lama makin tinggi," ucapnya.

Ia melihat rute-rute Garuda dan Sriwijaya banyak perbedaan sehingga sangat berpotensi untuk dikerjasamakan.

Dia mencontohkan Garuda hanya memiliki rute Jakarta-Lombok, sementara Sriwijaya Lombok-Waingapu, jadi penerbangan bisa berlanjut dari Jakarta ke Waingapu, tanpa harus memindahkan bagasi dan pemesanan di "platform" reservasi tiket yang sama.

"Kalau tadinya ada rute-rute yang belum kita terbangkan tapi diterbangkan Sriwijaya, interkoneksi lebih 'seamless' juga reservasi sistem pembelian yang dimiliki," tuturnya.

Sebagai tahap awal kerja sama dilaksanakan melalui dua skema kerja sama yang saling menguntungkan yaitu skema perjanjian "Special Prorate Agreement" (SPA) dan "Codeshare Agreement".

Ke depannya pembukaan rute-rute pada agreement tersebut akan dibagi dalam beberapa fase.

Kerja sama "code share"/SPA di rute-rute yang hanya diterbangi oleh salah satu maskapai (Garuda Indonesia sebagai maskapai yang mengoperasikan atau Sriwijaya sebagai maskapai yang mengoperasikan), contoh : 1) Yogyakarta - Palembang (dioperasikan oleh Sriwijaya, dan dipasarkan oleh Garuda Indonesia atau sebaliknya).

Kerja sama "code share" dengan mengombinasikan penerbangan yang dimiliki oleh kedua maskapai, contoh 1) Rute Jakarta - Sampit via Semarang : Jakarta - Semarang (dioperasikan oleh Garuda), Semarang - Sampit (dioperasikan oleh Sriwijaya), 2) Rute Jakarta - Alor via Kupang : Jakarta - Kupang (dioperasikan oleh Garuda), Kupang - Alor (dioperasikan oleh Sriwijaya).

Melalui kerja sama tersebut, Garuda Indonesia/Citilink akan menempatkan nomor penerbangan (flight number) pada penerbangan yang dikerjasamakan (codes hare) dengan Sriwijaya/NAM Air dan sebaliknya Sriwijaya/NAM Air juga akan menempatkan nomor penerbangnya (flight number) pada penerbangan yang dikerjasamakan dengan Garuda Indonesia/Citilink.

"Kita berharap ini akan baik bagi kedua maskapai. Kita bisa saling mengisi satu dengan lainnya. Membantu saling mengisi satu dengan lainnya," ujar Pahala.

Direktur Utama Sriwijawa Group Chandra Lie menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi suatu catatan sejarah dalam dunia jasa penerbangan di Indonesia karena ada dua kekuatan maskapai besar yang bersinergi untuk membangun negeri.

"Komitmen kerja sama dalam pelayanan ini diharapkan akan membawa kontribusi positif buat kemajuan transportasi udara di Indonesia dan mengedepankan kepentingan pelanggan dalam melakukan perjalanannya dari Sabang hingga Merauke," katanya.

Kerja sama "code share" kedua group maskapai tersebut akan efektif dua atau tiga bulan ke depan. [tar]

#GarudaIndonesia #Sriwijaya
BERITA TERKAIT
Berburu Tiket Murah di Garuda Travel Fair
Catatan Sepekan IHSG, Jual Bersih Tembus Rp1,2 T
Wall Street Mulai Cerna Data Kuartalan
Inilah Penggerak Dolar AS di Akhir Pekan
Bursa Hong Kong dan Korsel Happy Ending
Pasar Saham Malaysia Senasib Singapura, Melemah
Naik Tipis, Kontrak Baru PTPP Tembus Rp32 Triliun

ke atas