MOZAIK

Kamis, 17 Mei 2018 | 15:00 WIB

Meninggal dan Masih Punya Utang Puasa

Meninggal dan Masih Punya Utang Puasa
(Foto: Ilustrasi)
DARI Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Siapa yang meninggal dan dia masih memiliki tanggungan puasa maka walinya wajib mempuasakannya. (HR. Bukhari 1952 dan Muslim 1147)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, beliau menceritakan,

Ada wanita yang naik perahu di tengah laut, kemudian dia bernazar, jika Allah menyelamatkan dirinya maka dia akan puasa sebulan. Dan Allah menyelamatkan dirinya, namun dia belum sempat puasa sampai mati. Hingga datang putri wanita itu menghadap Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan dia menyebutkan kejadian yang dialami ibunya. Lantas beliau bertanya: Apa pendapatmu jika ibumu memiliki utang, apakah engkau akan melunasinya? Ya. Jawab wanita itu. Kemudian beliau bersabda, Hutang kepada Allah lebih layak untuk dilunasi. Lakukan qadha untuk membayar hutang puasa ibumu. (HR. Ahmad 1861, Abu Daud 3308, Ibnu Khuzaimah 2054, dan sanadnya dishahihkan Al-Adzami).

Juga dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Bahwa Sad bin Ubadah radhiyallahu anhu bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Sesungguhnya ibuku mati dan beliau memiliki utang puasa nadzar. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Lunasi hutang puasa ibumu. (HR. Bukhari 2761, An-Nasai 3657 dan lainnya).

Ketiga hadis di atas menunjukkan bahwa ketika ada seorang muslim yang memiliki hutang puasa dan belum dia qadha hingga meninggal maka pihak keluarga (wali) orang ini berkewajiban mempuasakannya.

Kemudian, dari ketiga hadis di atas, hadis pertama bersifat umum. Dimana qadha puasa atas nama mayit, berlaku untuk semua utang puasa wajib. Baik utang puasa ramadhan maupun utang puasa nadzar. Sedangkan dua hadis berikutnya menegaskan bahwa wali berkewajiban mengqadha utang puasa nadzar yang menjadi tanggungan mayit.

[baca lanjutan: Utang Puasa Mayit, Bayar Fidyah atau Qada?]
#Ramadhan2018 #SalatTarawih #Puasa #Witir
BERITA TERKAIT
Manfaat Membaca Surat Al-Fatihah
Khusyuk dalam Salat tidak Wajib?
Pesan Allah dalam Mencari Pemimpin
Dzikir Gerbang Pertolongan Allah
Teori Gravitasi: Belajar Santun Walau Berkuasa
Benarkah Mandi Hujan Sunah?
Kalimat Rindu untuk Allah

ke atas