MOZAIK

Kamis, 17 Mei 2018 | 16:00 WIB

Utang Puasa Mayit, Bayar Fidyah atau Qada?

Utang Puasa Mayit, Bayar Fidyah atau Qada?
(Foto: Ilustrasi)

ULAMA berbeda pendapat, apakah kewajiban mengqadha utang puasa mayit, berlaku untuk semua puasa wajib ataukah hanya puasa nadzar saja.

Pendapat pertama menyatakan bahwa kewajiban mengqadha utang puasa mayit berlaku untuk semua puasa wajib. Baik puasa ramadhan, puasa nadzar, maupun puasa kaffarah. Ini adalah pendapat syafiiyah dan pendapat yang dipilih Ibnu Hazm. Dalil pendapat ini adalah hadis Aisyah di atas, yang maknanya umum untuk semua utang puasa.

Pendapat kedua, bahwa kewajiban mengqadha utang puasa mayit, hanya berlaku untuk puasa nadzar, sedangkan utang puasa ramadhan ditutupi dengan bentuk membayar fidyah. Ini adalah pendapat madzhab hambali, sebagaimana keterangan Imam Ahmad yang diriwayatkan Abu Daud dalam Masailnya. Abu Daud mengatakan,

Saya mendengar Ahmad bin Hambal mengatakan: Tidak diqadha utang puasa mayit, kecuali puasa nadzar. (Ahkam Al-Janaiz, hlm. 170).

Diantara dalil yang menguatkan pendapat ini adalah hadis dari ummul mukminin, Aisyah radhiyallahu anha. Dari Amrah murid Aisyah beliau bertanya kepada gurunya Aisyah, bahwa ibunya meninggal dan dia masih punya utang puasa ramadhan. Apakah aku harus mengqadhanya? Aisyah menjawab,

Tidak perlu qadha, namun bayarlah fidyah dengan bersedekah atas nama ibumu dalam bentuk setengah sha makanan, diberikan kepada orang miskin. (HR. At-Thahawi dalam Musykil Al-Atsar 1989, dan dishahihkan Al-Albani)

Dalil lainnya adalah fatwa Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma. Dari Said bin Jubair murid Ibnu Abbas bahwa gurunya pernah mengatakan, Apabila ada orang sakit ketika ramadhan (kemudian dia tidak puasa), sampai dia mati, belum melunasi utang puasanya, maka dia membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin dan tidak perlu membayar qadha. Namun jika mayit memiliki utang puasa nadzar, maka walinya harus mengqadhanya. (HR. Abu Daud 2401 dan di shahihkan Al-Albani).

Berdasarkan keterangan di atas, pendapat yang kuat untuk pelunasan utang puasa mayit dirinci menjadi dua: Pertama, jika utang puasa mayit adalah utang puasa ramadhan maka cara pelunasannya dengan membayar fidyah dan tidak diqadha.

Kedua, jika utang puasa mayit adalah puasa nadzar maka pelunasannya dengan diqadha puasa oleh keluarganya. Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Bait]

#Ramadhan2018 #SalatTarawih #Puasa #Witir
BERITA TERKAIT
Rasulullah: Perbanyaklah Puasa Agar Badan Sehat
Wafatkanlah Aku dalam Keadaan tidak Terfitnah
Bawalah Aku ke Surga
Ceraikan Saja Istri tak Berjilbab!
Empat Pilar Kekufuran Manusia
Manusia Terbaik Jika Dilihat Bikin Ingat Allah
Semangat Menjadi Solusi

ke atas