PASAR MODAL

Rabu, 16 Mei 2018 | 16:36 WIB

Teror Bom Surabaya, Petinggi BEI Bilang Begini

M Fadil Djaelani
Teror Bom Surabaya, Petinggi BEI Bilang Begini
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Rentetan teror bom di Surabaya, Jawa Timur dan sejumlah daerah, akhir-akhir ini, memengaruhi psikologis para investor. Khususnya pelaku bisnis di pasar modal. Pemerintah dituntut lebih sigap dalam mengantisipasi setiap teror.

"Jadi semakin banyak gangguan keamanan yang terjadi. Maka persepsi atas keamanan di negara kita semakin menurun. Persepsi itu mempengaruhi keputusan si Investor," kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat di Kantornya, Jakarta, Rabu (16/5/2018).


Samsul bilang, ada beberapa hal yang dilihat para investor sebelum menanamkan modalnya di Indonesia, salab satunya terkait masalah keamanan suatu negara. "Ini yang sebenarnya kita jaga, supaya investor tidak merasa bahwa investasi mereka di Indonesia bisa terhambat. Jadi malahan capital market itu masalah fundamental dan persepsi publik," katanya.

Pertumbuhan ekonomi RI secara makro menurut Samsul juga tidak lepas dari faktor situasi keamanan. Sehingga efek domino dari aksi terorisme cukup besar. "Nah ini yang sebenarnya mendiskon investor untuk saat ini mengambil keputusan menjual terlebih dahulu," kata Samsul. [ipe]
#BomSurabaya #BEI
BERITA TERKAIT
IHSG Berakhir Keok 49 Poin ke Posisi 5.734
Ditantang Kepala BNN, Bos BEI Periksa Urine
Akhirnya Terjadi yang Ditakutkan oleh Bos BEI
BEI Sayangkan Saham China-Singapura Masuk MSCI
BEI Ajak BNN Berantas Narkoba di Pasar Modal
Rehat Siang, IHSG Longsor 41,7 Poin ke 5.741
Buka Sesi I, IHSG di Zona Merah 4 Poin ke 5.779

ke atas