PASAR MODAL

Rabu, 16 Mei 2018 | 18:33 WIB

Korut Ngambek, Batasi Pergerakan Wall Street

Wahid Ma'ruf
Korut Ngambek, Batasi Pergerakan Wall Street
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, New York - Bursa saham AS di Wall Street tampaknya akan berjuang untuk arah pada perdagangan hari Rabu (16/5/2018), dengan kekhawatiran Korea Utara baru muncul untuk membebani sentimen.

Pyongyang semalam memberi isyarat kepada pemimpinnya, Kim Jong Un, mungkin akan menarik diri dari KTT bulan depan dengan Presiden Donald Trump, jika AS bersikeras denuklirisasi untuk negara yang terisolasi itu.

Pasar ekuitas telah mencetak kenaikan signifikan sejauh ini bulan ini. Tetapi mengalami penurunan yang cukup besar pada hari Selasa, karena Dow menghentikan kemenangan beruntun delapan sesi.

Dow Jones Industrial Average berjangka YMM8, + 0,08% beringsut lebih rendah dengan 13 poin, atau kurang dari 0,1%, ke 24,647, setelah kenaikan awal kecil menguap.

S & P 500 futures ESM8, + 0,08% turun 0,75 poin ke 2,708.25. Sedangkan untuk Nasdaq-100 NQM8, + 0,12% turun tipis 1,75 poin menjadi 6.888,75.

Pada hari Selasa, Dow DJIA, -0,78%, S & P SPX, -0,68% dan Nasdaq Composite COMP, -0,81% semuanya ditutup lebih rendah 0,7% menjadi 0,8%.

"Risiko geopolitik meningkat lagi karena Korea Utara menarik dari pembicaraan yang direncanakan dengan Korea Selatan dan mengancam untuk melakukan hal yang sama dengan Donald Trump," kata Richard Perry, analis Hantec Markets, dalam sebuah catatan seperti mengutip marketwatch.com.

Kim Jong Un tampaknya tidak senang dengan program denuklirisasi. Sampai sekarang, hanya ada gerakan safe haven kecil," tambah Perry.


Emas berjangka GCM8, -0,02% secara kasar tidak berubah setelah perdagangan sebelumnya lebih tinggi.

Saham Eropa SXXP, + 0,16% sedang berjuang untuk arah, sementara pasar Asia selesai datar ke bawah.

Minyak berjangka CLM8, -0,20% melemah, dan Indeks Dolar AS Dollar AS, DXY, naik 0,22%.

Pasar saham tampaknya telah berubah pada bulan ini, mengatasi beberapa kekhawatiran tentang inflasi, kenaikan suku bunga, pertarungan perdagangan dan ketegangan geopolitik. Dow naik 2,3% pada bulan Mei sejauh ini dan kira-kira datar untuk tahun ini, pada penutupan Selasa.

Meski begitu, kenaikan harga tampaknya mengupas beberapa investor dari saham. Aksi jual Selasa sebagian disalahkan pada imbal hasil Treasury 10-tahun TMUBMUSD10Y, -0,21% naik ke tertinggi tujuh tahun di atas 3%. Yield 10-tahun turun 1 basis poin pada hari Senin untuk diperdagangkan pada 3,066%.

Laporan April tentang permukiman di AS dijadwalkan akan dimulai pada pukul 8:30 pagi Waktu Timur, dengan para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan 1.290 juta dimulai.

Pada saat yang sama, Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic akan membahas prospek ekonomi di Augusta Cotton Exchange di Georgia.


Pada 9:15 pagi Timur, investor akan mendapatkan data April pada produksi industri, dengan pertumbuhan 0,6% yang diharapkan.

Saham Macys Inc. M, + 1.01% kemungkinan akan melihat perdagangan aktif karena pengecer adalah salah satu perusahaan yang diharapkan untuk mengirim penghasilan sebelum dibuka.
#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Inilah Penggerak Wall Street Hari Ini
Obligasi AS dalam Tekanan
IHSG Berakhir Hijau 43 Poin ke 5.915
Bursa Eropa Bisa di Area Negatif
Jeda Siang, IHSG Amankan Cuan 41,4 Poin ke 5.914
Sesi Pembukaan, Rupiah dan IHSG Oke Punya
Buka Sesi I, IHSG Menghijau 13,7 Poin ke 5.886

ke atas