NASIONAL

Rabu, 16 Mei 2018 | 22:11 WIB

Medsos Dinilai Berperan Kampanyekan Radikalisme

Willi Nafie
Medsos Dinilai Berperan Kampanyekan Radikalisme
Pengamat Terorisme, Solahudin (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Terorisme, Solahudin menilai para kelompok teroris di Indonesia sengaja memanfaatkan media sosial guna memuluskan paham radikalisasi mereka.

Adapun hal tersebut diketahui dari pelaku peledakan bom di Surabaya belajar merakit bom melalui media sosial YouTube.

"Kelompok ekstrimisme memanfaatkan sosial media secara maksimal," katanya, Rabu (16/5/2018).

Di samping itu, proses rekrutmen lewat tatap muka pun kerap digunakan ketimbang melalui media sosial. Pasalnya di Indonesia sangat menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan berorganisasi.

"Di Indonesia ini kita punya kebebasan berekspresi dan berorganisasi. Kita dengan mudah menemukan pengajian yang berbau radikal. Kita menikmati kebebasan berekspresi dan berorganisasi," tuturnya. [ton]
#Terorisme #Radikalisme
BERITA TERKAIT
Waspadai Pola Radikalisme Suriah di Indonesia
Waspadai Penyebaran Paham Radikal Lewat Medsos
(Wakil Gubernur DKI) NasDem: Taufik dan Sani Paham Seluk Jakarta
Prabowo Minta Neno Jadi Wakil Ketua Timses
PAN: Belum Ada Ketua MUI Terlibat Politik Praktis
764 Polisi Siap Amankan Pemilu di Malang
Tagana PB PMII Kirim Bantuan Korban Gempa Lombok

ke atas