NASIONAL

Rabu, 16 Mei 2018 | 21:34 WIB

Polisi Periksa Jamaah Tarawih di Surabaya

Polisi Periksa Jamaah Tarawih di Surabaya
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Surabaya - Polisi memeriksa satu per satu jamaah salat tarawih pada hari pertama bulan suci Ramadhan bagi umat Islam di Masjid Baiturrahman yang berlokasi di lingkungan Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Sukmo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini.

"Masjid Baiturrahman Polrestabes Surabaya memang terbuka bagi umat muslim masyarakat umum. Sementara ini kami harus melakukan prosedur penggeledahan bagi setiap jamaah yang salat tarawih di sini karena statusnya masih siaga satu," katanya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Salat tarawih di Masjid Baiturrahman Polrestabes Surabaya pada hari pertama bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah diikuti ratusan jamaah.


Ratusan jamaah tersebut tampak memaklumi penjagaan ketat oleh aparat di sepanjang pelaksanaan salat tarawih.

Status siaga satu ditetapkan menyusul serangkaian serangan bom bunuh diri beruntun yang terjadi selama dua hari, 13 - 14 Mei, di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, yang salah satunya juga menyerang Kantor Polrestabes Surabaya.

Total korban tewas dalam serangkaian serangan bom bunuh diri itu sebanyak 13 orang. 43 korban lainnya mengalami luka-luka.

Bambang mengatakan pemeriksaan dan penggeledahan bagi jamaah salat tarawih di Masjid Baiturrahman Polrestabes Surabaya dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang menyangkut kegiatan terorisme.

"Kami harap masyarakat memakluminya. Penjagaan dan pemeriksaan serta penggeledahan bagi jamaah salat tarawih di Masjid Baiturrahman Polrestabes Surabaya akan terus kami lakukan hingga status siaga satu di Kota Surabaya dicabut," ucapnya.[tar]
#BomSurabaya #Teroris
BERITA TERKAIT
BNPT Ingatkan Bahaya ISIS di Marawi
Perempuan Lebih Diandalkan Melakukan Teror Bom
Ini Makna Penjara Bagi Para Pelaku Terorisme
Eks Napi Teroris Akui Dicaci Maki Saat Ditangkap
Kapolri: Koopssusgab Mirip Operasi Tinombala
Tito Usulkan Definisi dalam RUU Anti-Terorisme
(Rutan Brimob Tak Layak) Tito Minta Dibuatkan Rutan Khusus di Cikeas

ke atas