NASIONAL

Rabu, 16 Mei 2018 | 22:00 WIB

KPK Soroti Peran Aktif Keluarga Bupati Bengsel

Ivan Setyadi
KPK Soroti Peran Aktif Keluarga Bupati Bengsel
(Foto: Inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Bengkulu Selatan (Bengsel) Dirwan Mahmud berserta istri dan keponakannya tergolong cepat.

Setelah menerima laporan tanggal 11 Mei, KPK hanya membutuhkan waktu empat hari untuk langsung menangkap Dirwan dan keluarga saat sedang bertransaksi.

KPK pun menyoroti keterlibatan aktif keluarga Dirwan dalam melakukan korupsi. "KPK liat peran anggota keluarga mendukung dalam kegiatan ini. Ada istri dan ponakan yang menerima uang tersebut," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjdaitan, Rabu (16/5/2018).

Bahkan sang keponakan Dirwan, Nursilawati yang juga menjabat sebagai Kepala Saksi (Kasie) kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan menjadi perantara penerima uang suap untuk sang bupati.

Uang suap dari pengusaha, diberikan kepada Nursilawati sebelum sampai ke istri Dirwan, Hendrati.

"Dari Hendrati, tim mengamankan uang Rp75 juta dari tangan. Sedang Nursilawati serta bukti tranfer sebesar Rp15 juta.

Selanjutnya, tim satgas KPK juga mengamankan dan membawa Hendrati, Dirwan Mahmud, dan Juhari dari rumah pribadi Hendrati ke Kepolisian Daerah Bengkulu untuk menjalani pemeriksaaan awal.

Atas perbuatannya, Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati selaku pihak penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara pihak pemberi suap, Juhari disangkakan melanggar pasal pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.[jat]
#OTT #KPK #BupatiBengkuluSelatan
BERITA TERKAIT
Jelang Vonis BLBI, Ini Kata Otto Hasibuan
Novanto Bayar Uang Pengganti Rp900 Juta
Lolos Jadi Caleg, KPK Ingatkan Ini ke Eks Koruptor
KPK Tegaskan Info OTT Tak Bisa Bocor ke Pejabat
KPK Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Hakim Merry
KPU Pertimbangkan Tanda di Surat Suara EKs Napi
Amin Santono Didakwa Terima Suap Rp3.3 Miliar

ke atas