EKONOMI

Kamis, 17 Mei 2018 | 02:09 WIB

Impor April 2018 Naik Tinggi, Airlangga Geregetan

Impor April 2018 Naik Tinggi, Airlangga Geregetan
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto miris dengan tingginya impor di April 2018. Apakah itu impor barang modal, bahan baku atau produk konsumsi, semuanya naik signifikan.

Airlangga bilang, produksi barang subtitusi impor perlu didorong untuk mengurangi kebutuhan barang modal dan bahan baku/penolong yang bisa tidak dihasilkan di dalam negeri. "Kalau bicara (industri) tekstil, katun itu impor. Subtitusinya rayon, dan itu sedang dibangun. Industri seperti rayon ini yang kita harus dukung," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Raut wajah Airlangga terlihat sedikit berubah ketika menanggapi lonjakan impor barang modal dan bahan baku/penolong pada April 2018. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Di mana, impor bahan baku pada April 2018, nilainya mencapai US$11,96 miliar, atau tumbuh 33% ketimbang April 2017 (year on year/yoy). Sementara impor barang modal mencapai US$2,62 miliar, atau tumbuh 40,81% (yoy).

Terkait struktur impor menurut penggunaan barang, peran golongan bahan baku 74,32% dari total impor April 2018. Sementara barang modal 16,29% dan produk konsumsi 9,39%.

Apabila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, selama Januari hingga April 2018, nilai impor barang konsumsi, bahan baku, dan barang modal naik masing-masing US$1,12 miliar (26,09%), US$8,03 miliar (21,86%), dan US$2,32 miliar (31,04%.

Masih kata Airlangga, impor golongan barang modal dan bahan baku/penolong, secara jangka panjang memang positif. Karena menggambarkan derasnya realisasi investasi.

"Kalau realisasi investasi itu kan positif, tentu nanti harapannya ke depan kita akan memacu ekspor. Salah satu yang dibahas adalah bagimana kita memacu ekspor dan fasilitas apa yang diberikan untuk memacu ekspor," tutur Airlangga.

Terkait ekspor, Airlangga menjelaskan kebijakan oleh pemerintah dalam mendorong ekspor yaitu melalui insentif untuk investasi tambahan dan pendidikan agar tenaga kerja lebih siap.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah membahas untuk memberikan insentif untuk industri hulu dan pionir. "Itu sedang dibahas, pendalaman industri dan mendorong ekspor. Kemarin Presiden ke Tanjung Priok untuk melihat ekspor yang langsung dari Jakarta ke Los Angeles. Tentu nanti didorong lagi dari Jakarta ke Rotterdam," kata dia. [tar]
#MenperinAirlangga #Industri #Impor #BarangModal
BERITA TERKAIT
API Pasang Target Ekspor Tinggi, Airlangga: Bagus
Kerja Keras Jokowi Tekan Impor Mulai Terlihat
Indeks Pembelian Naik, Kabar Baik untuk Pengusaha
Polemik Impor Beras Buwas Vs Enggar, Siapa Benar?
Ketika Jeng Sri tak Yakin Pertumbuhan Ekonomi 2019
(Kabar dari Seoul) Industri Manufatur Korsel Investasi US$446 Juta
(Laporan dari Korea Selatan) Industri Negeri Gingseng Tetap Investasi di RI

ke atas