NASIONAL

Kamis, 17 Mei 2018 | 02:19 WIB

Bupati Bengsel Bakal Sahur Dirutan KPK

Ivan Setyadi
Bupati Bengsel Bakal Sahur Dirutan KPK
(Foto: Inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Usai merampungkan pemeriksaan awal di KPK, Bupari Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud langsung digiring menuju rumah tahanan (Rutan).

Rutan cabang KPK bakal menjadi tempat menginap sang bupati bersama sang penyuap, Jauhari.

Ditemui sebelum masuk mobil tahanan, Dirwan mengaku kaget dengan penangkapan KPK terhadapnya.

"Intinya ini tragedi buat saya. Saya ga bisa katakan dan saya gak sangka akan terjadi seperti ini," katanya dengan rompi orange tahanan KPK, Rabu (16/5/2018).


Selanjutnya, Dirwan mengaku akan menjalani proses hukum sambil menentukan langkah hukum kelak.

Sementara istri dan keponakan Dirwan, akan menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama di Rutan Polres Jakarta Selatan.

Dirwan Mahmud tertangkap tangan menerima suap dari pengusaha Jauhari. Uang sebesar Rp 85 juta jadi bukti suap sebagai fee proyek pengerjaan di wilayah Bengkulu Selatan.

Atas perbuatannya, Dirwan selaku bupati, bersama istri dan keponakannya disangka melanggar pasal pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara pihak pemberi suap, Juhari disangkakan melanggar pasal pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [fad]
#KPK #OTT #Bangka
BERITA TERKAIT
Menkum HAM dan KPK Gagal Mereformasi Lapas
Kata Jaksa Agung Soal OTT Kalapas Sukamiskin
KPK Sebut Inneke Terlibat Dalam Pembelian Mobil
KPK: Eks Napi Tak Layak Jadi Anggota Legislatif
OTT Lapas Sukamiskin, DPR Bakal Panggil Menkumham
DPR Sesalkan Ada Jual-Beli Izin Lapas ke Koruptor
Jual Beli Kamar Lapas Sukamiskin Tanpa Sandi

ke atas