DUNIA

Kamis, 17 Mei 2018 | 10:53 WIB

Keterlibatan Rusia di Pilpres AS Belum Terbukti

Didi Prambadi
Keterlibatan Rusia di Pilpres AS Belum Terbukti
Kampanye Donald Trump pada Pilpres 2016. (Foto: istimewa)
INILAHCOM, Washington DC--Hasil pemeriksaan Komisi Yudisial Senat AS tentang keterlibatan Rusia dengan anggota tim kampanye Trump tahun 2016, menunjukkan bukti kuat yang selama ini dibantah pihak Trump.

Yahoo Newsedisi Rabu (16/5), mengungkap sebuah lukisan berukuran besar dihadiahkan oleh Aras Agalarov, kepada tim kampanye Trump saat mereka bertemu di Trump Tower 9 Juni 2016 lalu.

"Aras Agalarov adalah pengusaha kaya Rusia yang ternyata dikenal akrab dengan Trump. Tidak sekedar kolega biasa seperti yang dibayangkan selama ini," bunyi hasil pemeriksaan komisi Senat setebal 2.500 halaman itu.

Delegasi Rusia yang dipimpin Natalia Veselnitskaya, pengacara Rusia yang dekat dengan Kremlin, ternyata tidak berlangsung seperti yang diharapkan. Mereka tidak memberikan informasi tentang kelemahan Hillary Clinton seperti yang dijanjikan sebelumnya. Sebaliknya, mereka minta agar Akta Magnitsky yang diloloskan Kongres AS, segera dicabut.

"Hal itu membuat Jared Kushner naik pitam dan marah besar," ujar Rob Goldstone, seorang produser musik putra Aras Agalarov.

Pertemuan di Trump Tower itu, sekaligus membuat Komisi Senat AS tak menemukan bukti apapun bahwa Rusia terlibat langsung dalam Pemilu 2016. Apalagi, dalam penjelasannya kepada anggota Senat AS, Trump Jr, tidak memberitahu ayahnya tentang pertemuan rahasia tersebut.

Trump Jr juga didesak Senat untuk mengungkapkan dua nomor telepon yang dihubungi tiga hari sebelum pertemuan itu terjadi. Namun putra Presiden Trump itu mengaku tak ingat dan tidak tahu menahu adanya dua nomor yang diblokir tersebut. "Saya tidak tahu". [lat]



#rusia #pilpres #as
BERITA TERKAIT
Pesawat Ditembak Jatuh, Rusia Salahkan Israel
Putin Hadiri Latihan Perang Terbesar Rusia
Akhiri Permusuhan PD II, Rusia Ajak Jepang Damai
Demo Para Pensiunan di Rusia Ricuh
Komisi Eropa Ambisi Bangun Pasukan Perbatasan
Kim Jong-un Ingin KTT ke-2 dengan Trump
25 Dakwaan Tambahan untuk Najib

ke atas