EKONOMI

Kamis, 17 Mei 2018 | 14:01 WIB

Inilah Pemicu Defisit Anggaran Capai 0,37%

M Fadil Djailani
Inilah Pemicu Defisit Anggaran Capai 0,37%
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut angka defisit sampai dengan April 2018 mencapai Rp55,1 triliun atau 0,37% dari target APBN 2018 2,19%.

Angka defisit tersebut di dapat dari pendapatan yang diterima negara sebesar Rp527,8 triliun. Sedangkan belanja negara sebesar Rp582,9 triliun sampai dengan April 2018.

"Dibanding tahun lalu defisit kita lebih kecil, sampai 30 April Rp55,1 triliun, tahun lalu defisit capai Rp72,2 triliun, nominal maupun persentase lebih kecil," kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers 'APBN Kita' di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Dengan realisasi defisit anggaran yang sebesar 0,37%. Sri Mulyani menuturkan bahwa keseimbangan primer dalam APBN 2018 mengalami surplus Rp 24,2 triliun.

"Kami optimistis bahwa defisit ini bisa kami jaga dengan baik, saat ini perbaikan defisit terus terjadi. Ini menunjukkan konsistensi pemerintah menjaga keuangan," katanya.

Sru Mulyani menjelaskan, realisasi pendapatan negara per 30 April telah mencapai Rp527,8 triliun dari target Rp1.894,7 triliun berasal dari pendapatan dalam negeri sebesar Rp526,8 triliun.

Pendapatan dalam negeri berasal dari penerimaan perpajakan yang merupakan gabungan dari pajak dan bea cukai sudah mencapai Rp416,9 triliun atau sudah 25,8% dari target Rp1.618,1 triliun. Untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp109,9 triliun atau sudah 39,9% dari target Rp275,4 triliun.

Sedangkan sisanya berasal dari hibah yang sebesar Rp1,0 triliun atau sudah 83,2% dari target Rp1,2 triliun.

Untuk belanja negara sampai dengan 30 April 2018, pemerintah sudah membelanjakan sekitar Rp582,9 triliun atau sudah 26,3% dari target Rp2.220,7 triliun. Data tersebut berasal dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp331,0 triliun atau sudah 22,8% dari target Rp1.454,5 triliun. Ada belanja K/L mencapai Rp165,9 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp165,1 triliun. [hid]
#APBN2018 #Defisit #Rupiah
BERITA TERKAIT
Sri Mulyani Heran Green Tea Saja Impor?
ESDM Bantah Listrik Picu Pelemahan Rupiah
Defisit Transaksi Berjalan Bikin Ani Darah Tinggi
Agar Devisa Pulang Kampung, Belajar dari Thailand
Pemulangan Devisa Belum Bisa Angkat Rupiah
DPR Cemaskan Dampak Naiknya Kurs Dolar Bagi Bisnis
Sri Mulyani Dibikin Girang Keseimbangan Primer

ke atas