NASIONAL

Kamis, 17 Mei 2018 | 14:51 WIB

Polisi Kesulitan Kontak Keluarga Terduga Teroris

Polisi Kesulitan Kontak Keluarga Terduga Teroris
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Polda Jawa Timur merasa kesulitan berkomunikasi dengan pihak keluarga pelaku pengeboman di beberapa titik di Kota Surabaya untuk mengambil jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan jika pihaknya telah melakukan komunikasi dengan keluarga 13 pelaku teroris peledakan gereja, Polrestabes dan bom bunuh diri Rusun Wonocolo.

Dari tiga keluarga pelaku bom bunuh diri, pihak keluarga TM dan TE yang merespon akan mengambil jenazah, dan datang ke rumah sakit Bhayangkara.

"Kita sudah berusaha menghubungi keluarga pelaku yang meninggal, tapi hanya keluarga pelaku peledakam bom Polrestabes yang merespon. Untuk yang bom gereja dan rusunawa hingga saat ini belum merespon," ungkap Irjen Pol Drs. Machfud Arifin, Kapolda Jawa Timur, Kamis (17/5/2018).

Hingga kini, pihak Kepolisian Polda Jawa Timur akan memberikan waktu tiga hari kedepan untuk mengambil jenazah pelaku peledakan bom Surabaya, jika tidak diambil makan jenazah akan dimakamkan secara masal.

"Kita kasih waktu 3 hari mulai sekarang, kita sudah siapkan jenazahnya semua tinggal bawa. Kalau tidak diambil kita akan makamkan secara masal," imbuhnya.[beritajatim]

#BomSurabaya #Teroris
BERITA TERKAIT
Jokowi Lantik Gubernur Riau dan Bengkulu
Mahfud: HAM Ditegakkan Sejak Zaman Rasulullah
(17th Asian Continental Chess Competitions) PERCASI Pastikan Terjadi Pertarungan Keras
Jokowi Prihatin Marak Berita Hoax
Dirjen: e-KTP di Duren Sawit Sengaja Dibuang
Warga Jember Demo Tolak Tambang
Sosialisasi Empat Pilar, Mahyudin Singgung Papua

ke atas