NASIONAL

Kamis, 17 Mei 2018 | 20:49 WIB

Era Moeldoko Pernah Ada Operasi Teroris Gabungan

Ahmad Farhan Faris
Era Moeldoko Pernah Ada Operasi Teroris Gabungan
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi I DPR, Evita Nursanty mengatakan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI dan Polri dalam memberantas kejahatan terorisme sudah pernah ada di era Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko.

"Ini sudah pernah ada sebelumnya yaitu di era Moeldoko dan tidak perlu tunggu revisi UU Antiterorisme. Jadi wewenangnya ada di Panglima TNI, karena ini kan soal internal atau gabungan pasukan TNI," kata Evita, Kamis (17/5//2018).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menilai langkah untuk menghidupkan kembali operasi gabungan guna memerangi aksi teror merupakan hal yang baik, karena belakangan aksi teror terjadi secara beruntun di Surabaya dan Mapolda Riau.

Artinya, kata Evita, kekuatan TNI itu kini kuat dalam sebuah komando operasi khusus gabungan siap bergerak apabila saat dibutuhkan. Tentu, ini menjadi domainnya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang nanti akan berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bilamana dibutuhkan sewaktu-waktu.

"Kita ingat ancaman itu bisa punya skala yang lebih kecil hingga besar yang membutuhkan kesiapan dalam waktu yang cepat, dalam hal ini Koopssusgab TNI bisa membantu," ujarnya.


Jadi, lanjut Evita, Koopssusgab ini bagus sekali disiapkan sebagai bentuk bantuan dari TNI kepada Polri. Tapi, soal penggunaannya harus tetap mengacu kepada UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI terutama Operasi militer selain perang (OMSP).

"Kecuali ada keputusan lain dalam revisi UU teroris," tandasnya.

Untuk diketahui, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo telah sepakat Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssugab) TNI/Polri untuk menumpas aksi terorisme. Menurut dia, operasi ini dikomandoi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI/Polri sudah direstui oleh Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI. Ini inisiasi penuh dari Panglima TNI, dibawah Panglima TNI," kata Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan tugas-tugasnya untuk apa pasti karena pasukan dipersiapkan dengan baik, secara infrastruktur, secara kapasitas, mereka setiap saat bisa digerakkan ke penjuru manapun dalam tempo yang secepat-cepatnya.

"Tugas teknisnya seperti apa, nanti akan dikomunikasikan antara Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) dengan Panglima TNI, ujar mantan Panglima TNI ini. [ton]
#Koopsusgab #Terorisme
BERITA TERKAIT
(Karnaval Pakai Jubah dan Bawa Senjata Tiruan) Kepsek TK di Probolinggo Dipanggil Dispora
HUT RI, Umar Patek Dapat Potongan Hukuman 2 Bulan
Napi Teroris Asal Toli-Toli Meninggal karena Sakit
Ratusan Teroris Belum Tersangka, Ini Kata Polri
(Setelah Bom Surabaya,) Hampir 300 Terduga Teroris Ditangkap
(KMP Bandeng Tenggelam Di Maluku) Tiga Korban Berhasil Ditemukan, Satu Orang Selamat
(Karnaval TK Kontroversial) Polisi Investigasi, Pemerintah Siapkan Sanksi

ke atas