PASAR MODAL

Senin, 21 Mei 2018 | 18:17 WIB

Saham Bank dan Tambang Bebani Bursa Sydney

Saham Bank dan Tambang Bebani Bursa Sydney
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Sydney - Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (21/5/2018), dengan saham-saham perbankan dan pertambangan, serta raksasa telekomunikasi Telstra, membebani perdagangan hari ini.

Pada penutupan, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 2,9 poin atau 0,05 persen menjadi 6.084,5 poin, sementara indeks All Ordinaries yang lebih luas tergelincir 0,7 poin atau 0,01 persen menjadi 6.190,2 poin.

Analis pasar CommSec Steven Daghlian mengatakan saham-saham perbankan, dengan nama besar perdagangan ex-dividen pekan lalu, bersama dengan pertambangan dan telekomunikasi, "menahan pasar di wilayah negatif."

Namun, ada beberapa pemenang, dengan raksasa perawatan kesehatan CSL salah satu kontributor terbesar di tengah peningkatan target labanya untuk tahun ini, kata dia.

Perusahaan energi AGL, menolak tawaran pengambilalihan untuk pabrik batubara Liddell di negara bagian Hunter Valley New South Wales, serta raksasa minyak dan gas Santos juga membentuk penggerak positif utama untuk hari ini, kata Daghlian.

ANZ berakhir naik 0,5 persen, tetapi bank-bank besar lainnya lebih rendah, dengan Commonwealth Bank dan National Australia Bank keduanya tergelincir 0,58 persen, dan Westpac menurun 0,66 persen.

Telstra, terkena gangguan lagi dalam jaringannya pada pagi hari, turun 1,75 persen. CSL naik 1,73 persen.

Raksasa pertambangan BHP Billiton kehilangan 0,41 persen dan saingannya Rio Tinto merosot 0,94 persen. Fortescue Metals turun 3,09 persen. Oil Search tergelincir 0,59 persen, sementara Woodside Petroleum bertambah 0,5 persen. AGL naik 1,08 persen dan Santos naik 1,76 persen.

Jaringan supermarket Woolworths melemah 0,48 persen, sementara saingannya Wesfarmers naik tipis 0,11 persen. Operator penerbangan nasional Qantas tergelincir 0,16 persen. [tar]

#BursaSaham #Australia #ASX
BERITA TERKAIT
Selain Laba, Data Ini Bisa Topang Wall Street
PT Bayan Resources Ingin Sahamnya Likuid
Sikap Trump Picu Harga Minyak Mentah Naik Drastis
IHSG Berakhir Turun 1,4% ke 6.414,74
Bursa Saham Asia Berakhir Variatif
Wall Street Berpotensi Negatif
Sesi I, IHSG Terjun 1,3% ke 6.417,39

kembali ke atas