EKONOMI

Sabtu, 26 Mei 2018 | 07:29 WIB
Highlight

Tujuh Catatan Hitam Gerindra untuk Ekonomi Jokowi

Iwan Purwantono
Tujuh Catatan Hitam Gerindra untuk Ekonomi Jokowi
(Foto: Inilahcom)
1 2 3 4 5 6 7


INILAHCOM, Jakarta - Terkait Kerangka Ekonomi Makro
dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2019, Gerindra memberikan sejumlah catatan hitam.


Masih segar dalam ingatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan KEM-PPKF 2019 dalam rapat paripurna DPR, 18 Mei 2018, begitu bersemangat.

Sejumlah asumsi makro-ekonomi, disampaikan secara lugas. Hanya saja, angka-angka yang dipaparkan, dianggap masih di awang-awang. Alias sulit meraihnya. Di mana, asumsi dalam KEM-PPKF 2019 rata-rata di atas asumsi tahun ini.

Masalahnya, tahun ini saja, banyak asumsi makro-ekonomi dalam APBN 2018 yang sulit terealisasi, apalagi kalau dinaikkan angkanya.

Ya, misalnya, angka pertumbuhan ekonomi dipatok pemerintah di kisaran di angka 5,4% hingga 5,8%. Sementara untuk inflasi, diperkirakan 2,5% hingga 4,5%. Selanjutnya, tingkat suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan 4,6%-5,2%. Khusus nilai tukar rupiah diproyeksikan di level Rp13.700-Rp14.000 per US$.

Urusan minyak mentah, pemerintah memasang harga US$60 hingga US$70 per barel. Lifting minyak 722 ribu-805 ribu barel per hari, lifting gas 1,21-1,30 juta barel setara minyak.

Anggota Komisi XI DPR asal Gerindra, Heru Gunawan menyampaikan sejumlah catatan hitam terhadap KEM-PPKF 2019.
#MenkeuSMI #PresidenJokowi #Gerindra
BERITA TERKAIT
(Tambang Ilegal Marak) Setahun Jokowi Minta Ditutup, Apa Kabarnya?
Kerugian Lingkungan Batalkan Divestasi Freeport
Faisal Basri: Jangan Ragu Naikan Harga Premium
Tiga Tahun Jokowi, Jalan Tol Nambah 332 Kilometer
Neraca Dagang Laporan BPS Bikin Jokowi Puas
Bos Astra Ingin Ekonomi Tumbuh Lebih 5%, Mungkin?
SMI Usul, Setelah Dana Desa Muncul Dana Kelurahan

ke atas