MOZAIK

Kamis, 31 Mei 2018 | 16:00 WIB

Alquran Bukan Hanya Untuk Orang Islam Saja

Alquran Bukan Hanya Untuk Orang Islam Saja
(Foto: Istimewa)

BANYAK kaum muslimin yang menyangka bahwa Alquran adalah kitab suci yang terfokus untuk memberi petunjuk dan membimbing kaum muslimin saja.

Alquran dianggap sebagai kitab yang hanya mengurusi urusan kaum muslimin tanpa ada hubungannya dengan non-muslim.

Namun, banyaknya sebutan Ya Ayyuhannas (Wahai Umat Manusia..) membuat kita harus berpikir ulang. Benarkah Alquran hanya untuk umat Islam saja? Kita akan temukan banyak ayat yang berkhitob kepada seluruh manusia (bukan hanya kepada muslimin).

Misalnya firman-Nya berikut,

Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi. (Al-Baqarah 168)

- Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah Menciptakan kamu dari diri yang satu (An-Nisa 1)

- Wahai manusia! Sungguh, Kami telah Menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami Jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.(Al-Hujurat 13)

Bahkan dalam salah satu ayat disebutkan bahwa Alquran adalah petunjuk bagi umat manusia.

- Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia (Al-baqarah 185)

Banyaknya panggilan Alquran kepada seluruh manusia dengan kalimat Ya Ayyuhannas menunjukkan bahwa Islam adalah agama universal yang mencakup seluruh dunia. Kitab ini tidak hanya berhubungan dengan kaum muslimin, namun juga berhubungan dengan seluruh umat manusia.

Kenyataan ini mengajarkan beberapa hal,

1. Jika Alquran saja membuka diri untuk berhubungan dengan non-muslim, maka kita sebagai pengikut Alquran harus bisa membuka diri dan mau berhubungan baik dengan non-muslim.

2. Alquran berdakwah kepada non-muslim dengan cara yang indah, maka kaum muslimin pun harus berdakwah dengan cara yang santun dan indah.

3. Menginginkan kebaikan untuk saudara muslim ataupun yang non-muslim.

4. Dan tak lupa memberi contoh yang baik dalam bergaul dengan non-muslim.

Bukan hanya Alquran yang menjadi Kitab Universal, Baginda Nabi pun diutus untuk semua manusia.

- Dan Kami tidak Mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira(Saba 28)

Bahkan beliau juga diutus sebagai Rasul penebar rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam semesta.

- Dan Kami tidak Mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.(Al-Anbiya 107)

Rasulullah saw membangun kebahagiaan manusia dengan prinsip-prinsip Islam. Sebagaimana contoh kehidupan beliau yang menggambarkan keindahan akhlak dan kebaikan dalam berhubungan dengan siapapun, bahkan terhadap non-muslim sekalipun.

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan pernah mengomentari pesan Ali bin Abi Tholib kepada gubernurnya Malik Al-Asytar. Ia berkata, ada perkataan Ali bin Abi Tholib yang berbunyi, Wahai Malik sesungguhnya manusia terbagi menjadi dua golongan, apakah ia saudaramu sesama agama atau kerabatmu sesama makhluk. Perkataan ini harus melekat pada setiap organisasi. Dan ungkapan ini wajib diterapkan oleh semua manusia.

Semakin kita belajar, semakin kita temukan kesejukan yang ditanam Alquran dalam aturan-aturan Islam. Karena Alquran adalah akhlak, akhlak adalah Alquran. Siapa yang tidak berakhlak bahkan kepada non-muslim, berarti belum mengerti Alquran.[khazanahalquran]

#Alquran #UmatManusia
BERITA TERKAIT
Pegang Teguh Iman Islam Dijamin Selamat & Bahagia
Cinta Khalifah yang Selalu Menjadikan Hati Resah
Menunda Amal Baik Penyakit Hati Sangat Tercela
Kisah Tiga Musafir Berebut Roti dan Air Minum
Siapakah Kiranya Wanita Terbaik Itu?
Marah Pertanda Tunduknya Kita kepada Setan
Mengapa Shaf Lelaki Paling Depan Lebih Utama?

ke atas