PASAR MODAL

Kamis, 31 Mei 2018 | 16:23 WIB
Highlight

Krisis Italia Berpotensi Jadi Krisis Uni Eropa

Wahid Ma'ruf
Krisis Italia Berpotensi Jadi Krisis Uni Eropa
Lega far right party leader Matteo Salvini gestures (Foto: PIERO CRUCIATTI/AFP/Getty Images)
1 2


INILAHCOM, Paris - Menteri keuangan Latvia mengingatkan gejolak politik Italia bisa memukul benua lebih keras daripada krisis keuangan Yunani dan suara Brexit.

Sepekan pergolakan politik di Italia melihat repricing dramatis aset negara dan telah memicu kekhawatiran penularan pasar di seluruh Eropa. Ditanya selama diskusi panel di Paris Rabu (30/5/2018) jika aktivitas pasar baru-baru ini akhirnya dapat berdampak pada pertumbuhan, Menteri Latvia Dana Reizniece-Ozola tidak ragu-ragu seperti mengutip cnbc.com.

"Jelas," katanya. "Saya pikir kita dapat melihat apa dampak Brexit telah menyebabkan ke Uni Eropa pada umumnya, dan jika Italia gagal membentuk pemerintah yang mungkin masih pro-Eropa dan masih didedikasikan untuk reformasi dan mendapatkan negara kembali dalam posisi fiskal, itu bisa menjadi bahaya yang lebih besar bagi seluruh Eropa."

Situasi keuangan Italia sudah menjadi titik perhatian utama bagi blok Uni Eropa yang beranggotakan 28 negara. Pertumbuhannya anemik, pengangguran tinggi pada 11 persen, dan utang publiknya adalah 132 persen dari produk domestik bruto (PDB) dibandingkan dengan 87 persen zona euro. Ini menjadikannya negara termiskin kelima di dunia dan yang kedua di Eropa, setelah Yunani.

Berbicara kepada CNBC Joumanna Bercetche selama panel di Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Reizniece-Ozola mengatakan, "Kami bisa menangani Yunani, kami bisa dan akan menangani Brexit . Italia akan terlalu banyak saya pikir."

#BursaSaham #DolarAS #IHSG
BERITA TERKAIT
Wall Street Berpotensi Variatif
Kasus Huawei, Hancurkan Iklim Investasi di China
Inilah Sentimen Negatif Bursa Saham Asia
Inilah Kecemasan Investor Saat Perlambatan Ekonomi
Ekspor Jepang Turun 3,8% di Bulan Desember 2018
John Kerry Minta Trump Mengundurkan Diri
Bursa Eropa Bisa Tertekan Rumor Pertemuan AS-China

ke atas