NASIONAL

Kamis, 31 Mei 2018 | 17:38 WIB

Bekas Perawat di Surabaya Nangis di Sidang

Bekas Perawat di Surabaya Nangis di Sidang
(Foto: beritajatim)


INILAHCOM, Surabaya - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo menuntut pidana penjara selama satu tahun enam bulan pada Zunaidi Abdillah, terdakwa kasus pelecehan seksual di National Hospital Surabaya, Kamis (31/5/2018).

Pada sidang yang digelar tertutup ini, JPU Damang meminta agar majelis hakim yang diketuai Agus Hamzah menyatakan Zunaidi terbukti melanggar pasal 290 ayat 1 KUHP. "Menuntut terdakwa Zunaidi Abdillah dengan dengan pidana penjara selama 1,5 tahun," ujar JPU Damang.

Tuntutan hukuman penjara selama 1,5 tahun diajukan setelah JPU Damang menilai bahwa Zunaidi selalu berbelit-belit selama persidangan. Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa tidak pernah dihukum. "Terdakwa juga bersikap sopan selama persidangan," tuturnya.

Usai JPU Damang membacakan tuntutannya, Zunaidi yang sebelumnya bersikap tenang, kemudian tiba-tiba berubah. Kedua matanya langsung memerah dan menahan tangis hingga persidangan berakhir.

Sementara itu, M Soleh, kuasa hukum Zunaidi tetap bersikukuh bahwa kliennya ini tak melakukan tindakan pelecehan terhadap pasien seperti dalam dakwaan. Dari keterangan saksi Tri Raynaningsih selaku perawat yang dihadirkan sebelumnya menyatakan korban sudah bertemu tiga kali saat pergantian infus. Itu dilakukan setelah siangnya mendapat tindakan, namun kenapa malamnya tak mengaku? tanya Sholeh.

Dari pernyataan saksi dan dihubungkan dengan keterangan saksi ahli sebelumnya, dia menyimpulkan bahwa yang terjadi korban mengalami halusinasi. "Tak ada pelecehan, yang terjadi adalah halusinasi dampak dari obat bius terhadap korban," tuturnya.

Perlu diketahui, terdakwa didakwa melakukan pencabulan terhadap korbannya yaitu WDY (inisial) yang merupakan pasien National Hospital Surabaya pada 23 Januari 2018. Perbuatan terdakwa dilakukan saat dirinya bertugas sebagai perawat yang saat itu sedang ditugasi merawat WDY usai menjalani operasi.

Karena kondisi WDY yang setengah tak sadar akibat pengaruh obat bius usai operasi, membuat terdakwa kian leluasa melakukan pencabulan. Dalam kasus ini, terdakwa akhirnya dijerat dengan tunggal yaitu pasal 290 ayat 1 KUHP. [beritajatim]

#PelecehanSeksual
BERITA TERKAIT
Pertemuan Prabowo-Clark Tak Terkait Pilpres
Neno Warisman Baca Puisi, Jubir TKN Bikin Balasan
MUI DKI Jawab Ma'ruf: Kami Netral
TKI Asal Sampang Tertimpa Bangunan di Malaysia
Wanita Asal Yogya Ditemukan Tewas di Kebun Jagung
Kegiatan 212 Jangan Melulu Dianggap Politis
(Munajat 212) Gerindra: Kegiatan Rohani Jangan Dituduh Politis

ke atas