MOZAIK

Selasa, 05 Juni 2018 | 15:00 WIB

Hukum Membaca Alquran Tanpa Tajwid

Hukum Membaca Alquran Tanpa Tajwid
(Foto: ilustrasi)

BACAAN Alquran itu wajib dibaca dengan benar sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dan salah satu keistimewaan Alquran adalah bahwa bacaannya itu sampai kepada kita melalui periwayatan-periwayatan yang sahih dan dengan sanad yang tersambung hingga ke Rasulullah. Meski ada beragam jenis bacaan, namun semua itu memang memiliki sanad yang tersambung kuat kepada bacaan Rasulullah.

Sedangkan ilmu tajwid sebagai sebuah teori merupakan ilmu yang datang berikutnya. Ilmu ini disusun oleh para ulama Alquran dan para qurra` (ahli membaca Alquran), berdasarkan penelitian dan pengamatan mendalam atas semua bacaan tadi. Sehingga memudahkan orang dalam membaca Alquran dan mengingat cara bacaanya sesuai dengan riwayat yang disampaikan kepada kita. Dan tentu saja kesalahan dalam membaca Aluran itu akan sangat mempengaruhi makna dan pengertiannya. Baik kesalahan dalam melafalkan huruf (sifatul huruf), maupun dari hukum-hukum bacaannya.

Membaca cepat sendiri sesungguhnya bisa dilakukan tanpa harus melanggar aturan tajwid, asalkan yang membacanya sudah ahli dan terbiasa. Ibarat pengemudi yang sudah mahir, meski menjalankan kendaraan dengan cepat, namun tetap benar dan tidak tabrakan. Dan untuk jenis jalan tertentu, kecepatan kendaraan memang lebih cepat dari jalan umumnya. Misalnyadi jalan tol yang sengaja dibuat untuk kendaraan yang melintas dengan cepat, tetapi tetap aman. Justru bila terlalu pelan di jalan tol, malah bisa membahayakan.

Bacaan surat Yasin yang sering anda dengar itu, boleh jadi memang dibaca cepat. Tetapi selama masih aman dan memenuhi aturan tajwid, tentu tidak mengapa. Akan tetapi bila kecepatan bacaan itu sampai merusak tajwid secara nyata, sebaiknya dihindari. Sebab selain akan merusak arti, tentu juga berdosa.

Tetapi untuk menyampaikan hal seperti ini anda perlu bijaksana dan sedikit berhitung. Sampaikan pendapat anda kepada teman yang sekiranya memang akan mendukung pendapat anda. Apalagi kalau pihak pimpinannya juga sepaham dengan anda, maka insya Allah harapan anda untuk mengubah kebiasaan membaca yang salah akan semakin terkabul.

Sedikit demi sedikit, cara membaca Aluran boleh diubah menjadi lebih lambat, tetapi lebih benar bacaannya. Sebab meski jumlah yang dibaca sedikit, namun akan memberikan pahala yang lebih banyak, bila membacanya benar. Sebaliknya, meski yang dibaca banyak, tapi kalau salah semua, tentu kurang mendatangkan pahala. Malah boleh jadi terancam mendapat dosa.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Ahmad Sarwat, Lc.]

#Alquran #BacaAlquran
BERITA TERKAIT
Cara Memuliakan Alquran Usang dan Rusak
Hukum Seputar Alquran Seluler
Manfaat Baca Surat Al Ikhlas, Ayo Buktikan!
Beberapa Momentum Dilarangnya Persetubuhan
Jika Menghendaki, Allah Utus Rasul di Tiap Daerah
Nikahnya Orang Zina itu Haram hingga Ia...
Dua Sebab Allah tak Turunkan Azab Manusia di Dunia

ke atas