TEKNOLOGI

Kamis, 07 Juni 2018 | 12:32 WIB
(Kembangkan Ekosistem Digital)

Huawei Investasi Rp1,12 Triliun di Asia Tenggara

Huawei Investasi Rp1,12 Triliun di Asia Tenggara
(ist)
INILAHCOM, Bangkok - Perusahaan penyedia solusi teknologi komunikasi dan informasi (TIK) asal China, Huawei, mengumumkan investasi bernilai US$81 juta atau sekitar Rp1,12 triliun sebagai bentuk dukungan pengembangan ekosistem digital di wilayah operasi mereka di Asia Tenggara.

Investasi ini rencananya bakal disalurkan melalui program Huawei Developer Enablement Plan.

"Program ini ditujukan sebagai mendorong pembangunan ekonomi dan ekosistem digital di kawasan Asia Tenggara. Huawei Developer Enablement Plan akan menjadi salah satu program yang menjadi prioritas kami," ujar James Wu, Presiden Huawei wilayah Asia Tenggara, dalam gelaran Huawei Asia Pacific Innovation Day 2018 di Bangkok, Thailand, Rabu (6/6/2018).

Dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, Wu menyebut Huawei akan menyalurkan dana investasi itu untuk pembangunan OpenLabs, yang akan menjadi tempat belajar para pengembang berbasis komputasi awan (cloud) sekaligus mendorong pembinaan sumber daya TIK di kawasan tersebut.

Sebagai informasi, negara yang termasuk pada wilayah operasi Huawei di Asia Tenggara yaitu Thailand, India, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Hong Kong dan Macau.

Sementara, Indonesia masuk ke dalam wilayah operasi Huawei di Pasifik Selatan bersama Malaysia, Filipina Singapura, Australia, Selandia Baru, dan Papua Nugini.

Wu mengungkap rencana Huawei untuk mendirikan OpenLab di New Delhi, India, pada Agustus mendatang, meski mengaku belum bisa berkomentar terkait rencana pembukaan OpenLab di Indonesia.

"Huawei memiliki tujuan untuk memberdayakan para pengembang dan talenta muda di Asia Tenggara. Kami memiliki pengalaman dan kemampuan lebih dari 30 tahun di industri TIK," ujar Wu.


"Lewat platform pengembangan dan API, kami terbuka untuk membagi kemampuan tersebut kepada mitra pengembang di kawasan," sambung dia.

Huawei telah lebih dahulu membuka OpenLab di Singapura dan Bangkok. Wakil Kepala Lembaga Pengembangan Sains dan Teknologi Thailand, Chularat Tanprasert, mengatakan bahwa kerja sama dengan Huawei ditujukan untuk mendorong ekosistem startup di Thailand.

OpenLab ini memang dihadirkan sebagai platform inovasi terbuka untuk Huawei dan mitra lokal, guna mengembangkan solusi industri yang dibutuhkan di masing-masing wilayah.

Huawei mengaku bersedia untuk membagi kemampuan dan pengalaman yang diperolehnya selama berkecimpung di industri TIK selama 30 tahun, melalui platform pengembangan dan API ini.

Selain itu, Huawei turut mengumumkan rencana peluncuran Huawei Developer Challenge 2018, yang akan dihelat pada 11 Juni mendatang.

Bukan sekadar ajang kompetisi, Huawei Developer Challenge 2018 juga ditujukan Huawei sebagai sarana untuk memberikan bimbingan kepada pengembang lokal di masing-masing negara.

Investasi lain juga diberikan Huawei melalui metode sponsor bagi pengembang yang menyuguhkan inovasi terkait Huawei Cloud dan memenuhi persyaratan, senilai US$150 ribu.

"Hal ini menjadi kesempatan besar bagi developer di kawasan untuk menciptakan sebuah solusi terarah yang dapat mendukung digitalisasi industri serta mendorong pertumbuhan mereka. Dengan bekerja sama, kita dapat bermimpi lebih besar dan terbang lebih tinggi," kata Wu.
#Huawei #investasi
BERITA TERKAIT
(Siap Saingi Qualcomm Snapdragon 710) Huawei Kembangkan Chipset Kelas Menengah Kirin 710
Huawei Mate 20 Bakal Pakai Layar AMOLED 6,9 Inci?
Brand Baru di Indonesia, Ini Dia Strategi Honor
Honor 7A, Smartphone Bertenaga Harga Terjangkau
Gmail untuk iOS Pasang AI untuk Notifikasi
BMW Luncurkan Seri 8 Coupe di Le Mans
Instagram Hentikan Uji Coba Screenshot Stories

ke atas