OLAHRAGA

Jumat, 08 Juni 2018 | 16:12 WIB

KONI Jakarta Respon Pembajakan Atlet Jelang PON

KONI Jakarta Respon Pembajakan Atlet Jelang PON
(Foto: Inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Fenomena pembajakan atlet jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) masih saja terjadi. DKI Jakarta sebagai gudangnya atlet berprestasi menjadi incaran.

Data dari KONI DKI Jakarta menunjukkan banyak atlet ibukota loncat ke daerah seperti Papua, Jawa Barat dan Jawa Timur. Sekretaris Umum (Sekum) KONI DKI Jakarta, Djamran, melihat fenomena tersebut bisa membuka peluang kontingen DKI Jakarta meraih hasil baik di PON 2020 Papua.

Alasannya, Djamran menyebut atlet yang menyeberang ke daerah lain bukan atlet andalan, melainkan pelapisnya.

"Pembajakan memang fenomena menjelang PON. Tapi, kami tidak gentar dan tetap menatap target juara umum," jelas Djamran saat media gathering KONI DKI Jakarta di Jakarta, Kamis (7/6/2018) kemarin.

"Nah yang banyak pindah adalah (atlet) lapis 2. Jadi masih banyak kesempatan untuk meraih kemenangan di PON 2020 Papua," ungkapnya.

Kendati demikian, Djamran tak mau fenomena tersebut terus berlanjut. Pihaknya dalam hal ini Dispora sudah menyiapkan strategi.

"Pastinya kita akan berikan bonus dan jaminan kepada atlet yang memang berprestasi dalam meraih medali emas di PON," ia melanjutkan.

Banyaknya atlet DKI Jakarta pindah dan dibajak daerah lain karena pada 2017, KONI dalam kondisi konflik. "Saat ini kami sudah solid. Dan sudah bergerak untuk mencapai target," ungkapnya.

Bidang pembinaan dan prestasi atau Bimpres KONI DKI Jakarta, Syahroni mengaku pindahnya atlet jelang PON akan terhenti pada bulan Agustus 2018. Saat ini yang dilakukan adalah menjaga dan membina atlet berprestasi.


Apalagi kata dia, ada sekitar 187 atlet Jakarta yang masuk pelatnas untuk ajang Asean Games 2018. Dan ini menjadi modal besar Jakarta untuk merebut juara umum.

Di PON Papua 2020 menurut Syahroni diperkirakan bakal dipertandingkan sekitar 800 nomor.

"Kalkulasi kami sekitar 1700 atlet yang kita siapkan," tegas dosen UNJ ini.

Sinergi Dengan Pemprov dan DPRD

Untuk mewujudkan mimpi juara umum, KONI DKI Jakarta tentunya tidak bisa jalan sendiri. Saat ini, KONI sudah bersinergi dengan pemprov yakni Dispora dan DPRD.

"Semua masukan kita terima dan kita kaji. Dan organisasi kita sudah solid baik pengurus dan cabang olahraga serta Dispora hingga DPRD," terang Djamran.

Djamran menyatakan KONI, Dispora dan DPRD telah sepakat untuk menjaga atlet tidak dibajak atau pindah.

"Kita terus berupaya mencegah atlet yang pindah. Bahkan yang pindah dan dia berprestasi akan kita tarik lagi ke Jakarta," ungkapnya.

Jakarta memang menjadi prioritas para atlet untuk meniti karir. Selain bonus besar jika berhasil meraih emas, atlet juga akan disalurkan ke perusahaan BUMD hingga diangkat menjadi PNS.
#PON:KONIJakarta
BERITA TERKAIT
Sistem Masih Error, Tiket Bisa Dibeli Offline
Jadwal Pertandingan Asian Games Rabu (15/8)
Fernando Alonso Putuskan Pensiun dari F1
(Grup A Bola Basket Putra Asian Games 2018) Korsel Dua Level di Atas Indonesia
(Bola Basket Asian Games) NBA Izinkan Clarkson Tampil di Asian Games 2018
Impian Chong Wei Raih Emas Olimpiade Masih Terbuka
(Asian Games 2018) Transjakarta Sediakan Wisata Gratis Bagi Atlet

ke atas