EKONOMI

Sabtu, 09 Juni 2018 | 08:11 WIB

Selamatkan Rupiah & Utang, Cadev Mei Jebol US$2 M

Selamatkan Rupiah & Utang, Cadev Mei Jebol US$2 M
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Cadangan devisa (Cadev) Indonesia pada akhir Mei 2018, tergerus US$2 miliar menjadi US$122,9 miliar. Digunakan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan pembayaran utang pemerintah.

Meskipun cadev anjlok sekitar Rp28 triliun (kurs Rp14.000/US$), Bank Indonesia (BI) menyatakan masih aman. Karena, setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor, atau 7,2 bulan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Posisi cadangan devisa itu, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Dalam hal ini, BI menilai bahwa cadev masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. "Bank sentral memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang membaik, serta kinerja ekspor yang tetap positif," ujar Agusman.

Menilik data BI, posisi cadangan devisa sejak awal 2018, menunjukkan penurunan. Pada Januari 2018, cadev sebesar US$131,9 miliar. Bulan berikutnya longsor menjadi US$128,06 miliar.

Pada Maret 2018, kembali tergerus menjadi US$126 miliar. Bulan berikutnya turun menjadi US$124,9 miliar. Pada Mei 2018, cadangan devisa Indonesia rontok US$1,1 miliar menjadi US$122 miliar. [tar]

#BankIndonesia #CadanganDevisa #Utang #Kurs
BERITA TERKAIT
Bos BI Ingin Ekonomi Tumbuh dari Pesantren
BI: Cadev November Tertolong Penguatan Uang Garuda
Akhir Tahun, Kurs Rupiah Letoi Rp14.500-Rp14.700
Disebut Hidup dari Utang, Menko Luhut tak Terima
Rupiah Berotot Alasan Bos BI Perekonomian Ciamik
2019, Bankir Pelat Merah Ramal Kredit Melambat
Bos OJK Pede Bank tak Jor-joran Kerek Suku Bunga

ke atas