MOZAIK

Kamis, 14 Juni 2018 | 10:00 WIB

Pedoman Menuju Tempat Salat Id

Pedoman Menuju Tempat Salat Id
(Foto: Ilustrasi)

PERTAMA: Berhias dengan pakaian yang terbaik (yang dia miliki), sebagaimana hadits Ibnu Umar radliyallahu anhuma. (HR. Al-Bukhari no. 948)

Kedua: Makan beberapa butir kurma sebelum berangkat, sebagaimana hadits Anas radliyallahu anhu. (HR. Al-Bukhari no. 953)

Ketiga: Berangkat dan pulang melewati jalan yang berbeda, sebagaimana hadits Jabir radliyallahu anhu. (HR. Al-Bukhari no. 986)

Keempat: Mengeraskan takbir semenjak keluar dari rumah sampai ditegakkannya salat. (Lihat Ash Shahihah 1/279)

Adapun lafazh takbirnya, maka tidak ada satupun hadits yang shahih yang menentukan bacaannya. Hanya saja terdapat beberapa atsar sahabat yang shahih yang menerangkan bacaan tersebut. Diantaranya:

Allahu Akbar Allahu Akbar, Laailaaha illallahu Wallahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamdu atau

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Laailaaha illallahu Wallahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamdu, atau yang lainnya. (Lihat Al-Irwa 3/125-126)

Di dalam bertakbir tidak disyariatkan untuk dikerjakan secara berjamaah dengan satu suara. (Lihat Ash-Shahihah 1/279)

Perlu diingatkan, apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dengan menambahkan shalawat di sela-sela takbir. Hal ini merupakan suatu kekeliruan, karena tidak pernah dinukilkan dari Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam, Khulafaur Rasyidin dan para sahabatnya radliyallahu anhuma.

Ketika tiba di tempat salat, hendaknya terus bertakbir hingga imam memulai salat. Adapun salat sunnah qabliyyah dan badiyyah Id, maka tidak ada tuntunannya, sebagaimana hadits Ibnu Abbas radliyallahu anhuma:

(Nabi Shalallahu alaihi wa Sallam) belum pernah salat (sunnah) sebelum shalat Id ataupun sesudahnya. (HR. Al-Bukhari no. 989) [assalafy]

#Lebaran #IdulFitri #SalatId
BERITA TERKAIT
Senda Gurau Baik untuk Kesehatan
Perangilah Nafsumu dengan Lapar dan Haus
Silahkan Pilih, Ingin Pujian atau Celaan?
Ketika Laki-laki Sebatas Pencari Nafkah
Kisah Istri Pengumbar Masalah Keluarga
Gengsi (Waqahah)
Memetik Hikmah dari Setiap Kejadian

ke atas