EKONOMI

Senin, 11 Juni 2018 | 11:45 WIB

Jasa Tukar Uang di Jalan, Menjaring Berkah Lebaran

M Fadil Djailani
Jasa Tukar Uang di Jalan, Menjaring Berkah Lebaran
(Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Jasa penukaran uang receh menjelang Lebaran, mulai bermunculan. Bak jamur di musim penghujan saja. Profesi ini muncul lantaran tradisi 'THR' yang tetap subur di masyarakat.

Ketika menyusuri Jalan Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, jangan kaget dengan banyaknya penjaja penukaran uang receh. Mereka berbaris sambil melambaikan tangan yang menggenggam segepok duit pecahan kecil.

Dari salah satu yang ditemui INILAHCOM, jasa ini menawarkan penukaran uang receh pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Dijamin, semuanya uang baru yang masih kinyis-kinyis.


Bagi yang tertarik, tentu akan menurunkan kecepatan kendaraan dan berhenti. Selanjutnya tawar-menawar harga. Biasanya, para penukar uang receh itu mematok fee 10%. Misalnya uang yang ditukarkan senilai Rp100 ribu maka fee-nya Rp10 ribu.

Listiana, salah satu pelaku jasa penukaran uang receh, mengaku sudah beroperasi sejak pagi sekitar 08.00 WIB. "Kalau pulangnya bisa sampai sampai malam. Bergantung ramai atau sepi saja," kata pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat itu.

Listi mengaku, prosedur penukaran uang receh di pinggir jalan, berbeda dengan penukaran uang di tempat-tempat resmi. Di mana, ada biaya 'administrasi' sebesar 10% dari setiap transaksi. "Kalau mau nuker Rp500 ribu, berarti si penukar kasih kita Rp550 ribu, kalau Rp1 juta berarti ada lebihnya Rp100 ribu ke kita," katanya.[ipe]
BERITA TERKAIT
Per April 2018, Ekspor Non-Migas Banten Naik 2,2%
(Mudik Lebaran 2018) Pergerakan Pesawat Bandara Soetta Naik 6,49%
Semangat Lebaran, Sergap Idul Fitri Gencar
Pola Tanam secara Tepat dan Akurat dengan MAPDAS
Di Sulut, Mencekik Inflasi Bisa Dengan SRG
Ingin Wisata Candi Borobudur, Datanglah ke Cianjur
Bojonegoro Langka LPG, Pertamina Lakukan Ini

ke atas